Carut Marut Pengurusan, Mendesak Ada KLB PSSI

  • Sport
  • 23 Feb 2019 | 11:13 WIB
  • Oleh bola
  • Dilihat 224 kali
image
Foto:istimewa

beritajowo.com / Surabaya - Kondisi PSSI pusat yang sedang carut marut berdampak pada Kongres Tahunan PSSI Jatim yang akan digelar di Hotel Fairfeld, Surabaya, pada Sabtu 24 Februari 2019.

Pasalnya, hingga sehari sebelum gelaran Kongres PSSI Jatim terlaksana, belum ada konfirmasi dari PSSI siapa petinggi federasi yang akan membuka acara tersebut.

“Sampai sekarang belum ada konfirmasi,” ujar Sekretaris Asprov PSSI Jatim,  Amir Burhanuddin, singkat.

Sampai saat ini, belum ada kabar maupun bocoran mengenai siapa perwakilan PSSI yang hadir ke Kongres PSSI Jatim tersebut. Seperti diketahui, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono hari ini baru menyelesaikan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola.

PSSI sedang sibuk dengan sejumlah agenda yang tak kalah penting. Selain mengawal Timnas Indonesia U-22 yang bertarung di Piala AFF U-22 di Kamboja, mereka sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai dengan hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Selasa 19 Februari 2019 lalu.

Kendati begitu, Kongres PSSI Jatim dipastikan jalan terus sambil menunggu konfirmasi kehadiran pengurus PSSI Pusat. “Semua berjalan sesuai rencana. Pengurus PSSI pasti datang, tapi siapa yang ditunjuk kami tidak tahu,” ujar Amir.

Kongres PSSI Jatim akan dihadiri seluruh anggota PSSI Jatim yang berjumlah 134 klub. Sesuai agenda Kongres, sebelum sidang kongres dimulai, di Kongres PSSI Jatim rencananya juga mengagendakan penyerahan sertifikat kursus pelatih D Program S4D kepada 14 PSSI Kabupaten/Kota oleh Ketua PSSI Jatim Ahmad Riyadh.

Selain itu, juga ada penyerahan piagam penghargaan sepak bola Piala Soeratin U-13 dan U-15 juga dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Ahmad Riyadh.

Sementara agenda utama Kongres PSSI Jatim sendiri baru dimulai setelah ishoma salat Maghrib  atau sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam sidang tersebut, salah satunya adalah laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja setahun terakhir, serta paparan program kerja selama setahun ke depan. 

Kemenpora menilai sosok ideal yang akan menjadi Ketua PSSI tak boleh rangkap jabatan seperti Edy Rahmayadi.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

Olahraga Terbaru