Tantangan dan Target Kontingen Indonesia Pada Asian Games 2018

  • Sport
  • 16 Jul 2018 | 16:10 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 34 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / jakarta - Meskipun Asian Games satu bulan lagi, namun sesuai dengan komitmen Pemerintah Indonesia, diharapkan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, adanya pencapaian 4 sukses target, yaitu sukses penyelenggaraan Asian Games, sukses pencapaian prestasi para atlet kontingen Indonesia (10 besar), sukses administrasi dan tata kelola keuangan penyelenggaraan serta sukses dampak positif multiplier efeknya.

Khusus untuk sukses penyelenggaraan, INASGOC masih terus melakukan sejumlah  finalisasi persiapan mengingat penyelenggaraan sudah makin mendekat, dan sejauh ini berdasarkan evaluasi umum dari OCA pada saat Coordination Commission Meeting (CorCom) pada tanggal 9 Mei 2018 di Jakarta, maka seluruh rangkaian kegiatan persiapan sudah pada proses yang sesuai yang dikehendaki oleh OCA.

Meskipun demikian, ada sejumlah permasalah yang masih harus dituntaskan oleh INASGOC dan masih adanya sejumlah persoalan tersebut itu hal yang wajar bagi INASGOC mengingat persiapan Indonesia memang sangat tidak ideal setelah mundurnya Vietnam pada bulan April 2014 untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Dalam CorCom ke-9 dan merupakan CorCom yang terakhir tersebut, INASGOC juga melaporkan rincian lengkap cabang olah raga yang dipertandingkan beserta kepastian venue yang akan dipergunakan, sebagaimana tersebut di bawah ini, dimana berdasarkan laporan Menteri  PU PERA Basuki pada tanggal 26 Juni 2018 kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa satu-satunya venue yang belum selesai hanya tinggal venue Squash yang diperkirakan akan selesai pada tanggal 12 Juli 2018.

No

Cabang Olahraga / Disiplin

Venue

1

1

ANGGAR

Lapangan Panahan – Gelora Bung Karno

2

2

ANGKAT BESI

Hall A - Jakarta Internasional Expo

3

3

ATLETIK

Stadion Utama - Gelora Bung Karno

4

4

BADMINTON

Istora - Gelora Bung Karno

5

 

BALAP SEPEDA

 

 

5

BMX

International BMX Center - Pulo Mas

 

6

MTB

Khe Bun Hill Subang

 

7

Road Race

Road Rute Subang

 

8

Track

Jakarta International Veledrome

6

 

BASEBALL / SOFTBALL

 

 

9

Baseball

Lapangan Baseball - Gelora Bung Karno

 

 

Lapangan Baseball Rawamangun

 

10

Softball

Lapangan Softball - Gelora Bung Karno

7

 

BELA DIRI

 

 

11

Jujitsu

Assembly Hall – Jakarta Convention Center

 

12

Kurash

 

13

Pencak Silat

Padepokan Pencak Silat TMII

 

14

Sambo

 

15

Wushu

Hall B - Jakarta International Expo

8

 

BERKUDA

 

 

16

Dressage

Jakarta International Equestrian Park

 

17

Eventing

 

18

Jumping

9

 

BOLA BASKET

 

 

19

Bola Basket 5 x 5

Hall Basket - Gelora Bung Karno

 

 

Istora - Gelora Bung Karno

 

20

Bola Basket 3 x 3

Tennis Center Court - Gelora Bung Karno

10

21

BOLA TANGAN

GOR POPKI Cibubur

11

 

BOLA VOLLEY

 

 

22

Indoor

Stadion Tennis Indoor - Gelora Bung Karno

Stadion Pertamina Simprug

 

23

Volley Pantai

Voli Pantai - Jakabaring Sports Center

12

24

BOWLING

Bowling Center – Jakabaring Sport Center

13

25

BRIDGE

Ballroom - Jakarta International Expo

14

 

CANOE / KAYAK

 

 

26

Canoe Slalom

Bendung Rentang Majalengka

 

27

CSP

Danau - Jakabaring Sport Center

 

28

TBR

15

29

GOLF

Pondok Indah Golf & Country Club

16

 

GULAT

 

 

30

Freestyle

Assembly Hall - Jakarta Convention Center

 

31

Greco roman

17

32

HOCKEY

Lapangan Hockey – Gelora Bung Karno

18

33

JET SKI

Pantai Ancol

19

34

JUDO

Plenary Hall – Jakarta Convention Center

20

35

KABADI

Teater Garuda

21

 

KARATE

 

 

36

Kumite

Plenary Hall – Jakarta Convention Center

 

37

Kata

22

38

LAYAR

Sea Front – Marina, Ancol, Jakarta

23

 

MENEMBAK

 

 

39

Senapan

Lapangan Menembak - Jakabaring Sport Center

 

40

Pistol

 

41

Skeet & Trap

 

42

Running Target

24

43

PANAHAN

 

25

44

PANJAT TEBING

Panjat Tebing - Jakabaring Sports Center 

26

45

PENTATHLON MODERN

APM Equestrian (TBM) Tigaraksa Tangerang

27

 

RENANG

 

 

46

Renang

Aquatic Center - Gelora Bung Karno

 

47

Selam

 

48

Renang Indah

 

49

Polo Air

28

50

DAYUNG

Danau - Jakabaring Sports Center

29

51

RUGBY 7

Lapangan Rugby - Gelora Bung Karno

30

 

SENAM

 

 

52

Artistic

Hall D - Jakarta International Expo

 

53

Rhythmic

 

54

Trampoline

31

55

SEPAKBOLA

Sepakbola (Pria)

Sepakbola (Pria)

Sepakbola (Pria)

Sepakbola (Pria)

Sepakbola (Wanita)

Sepakbola (Wanita)

 

Stadion Si jalak Harupat Bandung

 

 

Stadion Pakan Sari Bogor

 

 

Stadion Patriot Bekasi

 

 

Stadion Wibawa Mukti Cikarang

 

 

Gelora Sriwijaya Jakabaring

 

 

Stadion Bumi Sriwijaya

32

56

SEPAK TAKRAW

Ranau Hall - Jakabaring Sports Center

33

 

SEPATU RODA

 

 

57

Papan Skate

Stadion Papan Skate - Jakabaring Sport Center

 

58

Sepatu Roda

Stadion Sepatu Roda - Jakabaring Sport Center

34

59

SQUASH

Stadion Squash - Gelora Bung Karno

35

 

TAEKWONDO

 

 

60

Kyorugi

Plenary Hall - Jakarta Convention Centre

 

61

Poomsae

36

 

TENIS

 

 

62

Tenis

Lapangan Tenis - Jakabaring Sports Center

 

63

Soft Tennis

37

64

TENIS MEJA

Hall B - Jakarta Internasional Expo

38

65

TERBANG LAYANG

Gunug Mas Puncak

39

66

TINJU

Hall C – Jakarta International Expo

40

67

TRIATHLON

Danau - Jakabaring Sports Center

 

 

 

 

 

 

Cabang Olahraga Exhibishi:

 

 

1

E- Sport

Jakarta

 

2

Canoe

Palembang

Terkait dengan keinginan Indonesia agar sukses juga Indonesia dapat meraih prestasi semaksimal mungkin, maka sejauh ini Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang sesuai ketentuan dalam Keputusan Presiden adalah penanggung jawab bidang prestasi olahraga (selain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono sebagai penanggung jawab bidang infrastruktur dan Erick Thohir sebagai penanggung jawab panitia penyelenggara / INASGOC) terus berusaha melakukan berbagai upaya secara extra ordinary agar target 10 besar dalam Asian Games dapat tercapai.

Sebagai informasi, pada Asian Games 2014, Indonesia hanya menenpati peringkat ke 17 dengan 4 medali emas, Prestasi tersebut adalah yang terburuk yang kedua dalam sejarah keikut sertaan Indonesia pada Asian Games sejak penyelenggaraan di New Delhi pada tahun 1952, yaitu saat Indonesia pernah hanya di peringkat ke 22 pada Asian Games 2006.

Tentu saja pengalaman buruk itu tidak boleh berulang, selain karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, juga karena sejumlah persiapan cenderung jauh lebih baik dibandingkan untuk Asian Games 2014, yang di antaranya disebabkan gagalnya pelelangan peralatan latihan dan tanding untuk kontingen Indonesia, dan juga kurang terorganisirnya persiapan cabang olahraga unggulan.

Pertanyaan publik tentu muncul, jika jadi tuan rumah, kenapa tidak sekaligus target juara umum? Siapapun berharap bahwa Indonesia dapat meraih sebagai juara umum, seperti halnya saat menjadi penyelenggara Sea Games tahun 2011 di Palembang. Tetapi dalam konteks ini tentu saja tidak dapat dipersamakan, dengan alasan:

Asian Games sangat berbeda dengan Sea Games, karena dalam penyelenggaraan Sea Games, maka sesuai Sea Games Federation Chapter and Rules, jumlah cabang olahraga yang wajib dan minimum dipertandingkan memang sudah diatur.

Namun tuan rumah memiliki kewenangan penuh untuk menambah dan atau mengurangi cabang-cabang olahraga dan nomer pertandingan tertentu yang diperhitungkan dapat menguntungkan pihak tuan rumah. Ini beda dengan Asian Games, ada cabang-cabang olahraga yang wajib dipertandingkan berbasis Olimpiade dan Non Olimpiade, sedangkan usulan tuan rumah sangat terbatas jumlahnya dan itupun harus persetujuan OCA.

Bahwasanya saat Asian Games 1962 tersebut Indonesia berhasil menempati peringkat ke-2, hal tersebut selain karena sebagai tuan rumah, juga karena beberapa negara yang kini jauh lebih unggul prestasinya olahraga dibandingkan Indonesia tersebut saat itu belum turut serta seperti Tiongkok, Korea Utara, Qatar, Kazakstan, Uzbekistan, Iran, Bahrain, dan Mongolia, serta juga kini beberapa negara tetangga Indonesia sendiri pun beberapa di antaranya memang meningkat pesat prestasinya seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan bahkan Vietnam. Juga yang perlu dipertimbangkan adalah meningkatnya prestasi Cina Taipei dan India.   

Idealnya persiapan kontingen Indonesia sekitar 3 tahun untuk persiapan atlet jelang Asian Games 2018. Faktanya, persiapan yang lebih sistematis dan terstruktur baru dimulai pasca buruknya Indonesia pada Sea Games 2017 di Kuala Lumpur dan terlebih setelah Presiden Joko Widodo dengan cepat mengambil inisiatif dengan merubah total tata kelola strategi peningkatan prestasi olahraga nasional melalui terbitnya Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional pada tanggal 19 Oktober 2017.

Meskipun waktunya sangat mepet, tetapi cukup efektif untuk mendorong optimalisasi cabang-cabang olahraga dalam persiapan menjelang Asian Games 2018 dan bahkan juga untuk Sea Games 2019 dan juga Olimpiade 2020.

Dengan demikian, pemerintah tidak ingin ‘menina bobokkan’ masyarakat bahwa yakin Indonesia akan menjadi juara umum. Yang penting, pemerintah sudah memberikan gambaran realistis tentang kemungkinan prestasi yang diperkirakan akan diraih dan  itulah sebabnya Menpora hampir setiap hari sangat intensuf untuk mengunjungi hampir seluruh lokasi pelatihan dengan tujuan untuk interaksi langsung dengan para atlet dan pelatihnya, mengetahui persoalan yang dihadapi dan yang paling penting memberikan support dan motivasi pada mereka. Dan bahkan Presiden Joko Widodo pun menyempatkan hadir di beberapa lokasi pelatihan dan pertandingan.   

img
BeJo@17
EDITOR

Olahraga Terbaru