Data Fakta Rekor Selama Piala Dunia Rusia 2018

  • Bola
  • 16 Jul 2018 | 07:09 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 47 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / moskow - SETELAH melangsungkan 64 laga, Piala Dunia 2018 di Rusia diakhiri dengan sukses Prancis mengangkat trofi gelaran sepak bola terbesar sejagat edisi ke-21 tersebut di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7) malam. Prancis resmi mengangkat trofi Piala Dunia untuk kali kedua setelah mengubur mimpi Kroasia dengan skor meyakinkan, 4-2. Bagi Prancis, hasil ini seolah ulangan (deja vu) 20 tahun lalu, saat kali pertama merebut trofi Piala Dunia pada 1998 di rumah sendiri.

Dengan gelar di Rusia, Les Bleus kini sejajar dengan Uruguay (1930, 1950) dan Argentina (1978, 1986) sebagai negara dengan dua trofi Piala Dunia. Trofi Piala Dunia 2018 juga berkesan bagi pelatih Prancis Didier Deschamps. Ia menjadi orang ketiga yang mampu merebut Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, Deschamps adalah kapten timnas Prancis saat merebut Piala Dunia 1998. 

Sebelum Deschamps, ada Mario Zagallo yang memenangi Piala Dunia 1958 dan 1962 sebagai pemain dan sebagai pelatih pada 1970. Berikutnya ada Franz Beckenbauer yang menjadi kapten timnas Jerman Barat saat juara Piala Dunia 1974 dan pelatih pada 1990.

 Piala Dunia 2018 juga memunculkan bintang muda baru, Kylian Mbappe. Masih 19 tahun, penyerang sayap klub Paris Saint Germain (PSG) itu mampu mengoleksi empat gol.

Dua di antaranya dibuat saat menyingkirkan Argentina di 16 besar yang menjadikannya pemain termuda kedua yang mampu mencetak dua gol dalam satu laga, setelah Pele melakukannya untuk Brasil pada 1958. Banyak yang bisa dipetik dari Piala Dunia kali ini. Pertama tentu saja soal hasil akhir pertandingan serta kejutan yang sangat sulit ditebak.

Kandasnya sejumlah tim unggulan seperti juara bertahan Jerman (di fase grup), Spanyol (16 besar), Argentina (16 besar), dan Brasil (perempat final), hanya sebagian kecil contoh yang menunjukkan kian meratanya kekuatan sepak bola saat ini, khususnya di Eropa.

 Semakin meratanya kekuatan berimbas pada permainan tim yang menjadi sangat hati-hati. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Itu terlihat dari jumlah gol bunuh diri yang mencapai 12. Jumlah gol bunuh diri tersebut tak lepas dari kian ketatnya aturan FIFA soal gol pantulan.

 Keinginan FIFA agar lebih banyak gol terjadi pada Piala Dunia 2018, akhirnya terbukti. Bola jenis Adidas Telstar 18 yang sebelum turnamen banyak dikeluhkan sederet kiper top dunia, akhirnya terbukti ampuh mendongkrak produktivitas tim. Tercatat 169 gol terjadi dalam 64 pertandingan (gol adu penalti tidak termasuk). Itu berarti 2,64 gol tercipta hampir di setiap pertandingan.  

 Penerapan teknologi video pembantu wasit alias Video Assistant Referee (VAR) untuk turnamen besar resmi pertama di Piala Dunia 2018 juga menarik perhatian.

Tidak kurang 29 penalti sebagian besar terjadi setelah wasit melihat hasil rekaman VAR. Jumlah itu 11 lebih banyak dibanding rekor penalti terbanyak Piala Dunia yang sebelumnya dibuat pada 2002 di Korea-Jepang. Dari 29 penalti itu, 11 berhasil dikonversi menjadi gol. 

Hal ketiga yang mungkin menarik dari Piala Dunia di Rusia adalah penerapan strategi. Berkat teknologi modern yang kini diaplikasi, tim-tim medioker mampu membuat sejumlah skuat besar langganan Piala Dunia, frustrasi.

Lihat saja bagaimana Meksiko membuat Jerman terdiam atau saat Belgia membungkam Brasil di perempat final. Dampak positif lain dari penggunaan VAR adalah permainan yang lebih bersih dan sportif. Pemain jauh lebih berhati-hati saat akan “menghajar” lawan.

Sampai laga final semalam, hanya empat kartu merah yang dikeluarkan wasit dari total 64 pertandingan. Jumlah itu yang terendah di Piala Dunia dalam 40 tahun terakhir.

Bandingkan dengan 28 kartu merah pada Piala Dunia 2006 di Jerman, yang empat di antaranya diberikan hanya dalam satu aga saat Portugal mengalahkan Belanda. 

Namun begitu, di balik sejumlah catatan bagus sepanjang Piala Dunia di Rusia, ada beberapa rekor unik sekaligus mengelitik. Rekor-rekor tersebut terkait trik pemain yang mencoba mengelabui wasit atau mereka yang sengaja membuang-buang waktu.

Ironisnya, salah satu pemain yang disorot dalam hal rekor nyeleneh ini justru dibuat oleh Neymar Jr, winger asal Brasil yang digadang-gadang bakal melanjutkan hegemoni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai pesepak bola terbaik sejagat.

Media Swiss, RTS, menghitung, Neymar menghabiskan waktu hampir 14 menit usai pelanggaran yang diterimanya dalam empat laga awal Brasil di Piala Dunia ini.

img
BeJo@17
EDITOR

Olahraga Terbaru