Pasien Covid Anak Di RSCM meninggal Dunia

beritajowo.com//semarang- Pandemi COVID-19 kian mengkhawatirkan bagi keselamatan anak-anak.

Sebuah penelitian terbaru menemukan persentase kematian anak yang terinfeksi COVID-19 dan dirawat di RSCM mencapai 40 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi.

Co-Founder Kawal COVID-19 Elina Ciptadi mengatakan, masyarakat cukup akrab dengan anggapan bahwa COVID-19 cukup jarang merenggut nyawa anak-anak. Apabila terinfeksi, mereka dianggap akan cepat sembuh.

Namun anggapan tersebut juga perlu diwaspadai karena pada dasarnya kematian akibat COVID-19 masih bisa terjadi pada anak.

"Tapi ini baru keluar jurnal studi di RSCM. Angka kematian anak [akibat] positif COVID-19 di RSCM sebesar 40 persen. 40 persen dari yang masuk RSCM, ya. Kalau kita lihat rata-rata global, berapa kasus COVID yang dirawat di RS itu sebanyak 15-20 persen total pasien.

Jadi sebagian besar orang yang kena COVID itu bisa isolasi mandiri, tapi dari mereka yang kena dan masuk RS, misalnya kita hitung dari 100 anak yang positif kemudian 20 persen masuk RS atau 20 anak, dari 20 itu 8 meninggal. 8 dari 100 itu 8 persen, nah itu tinggi sekali untuk COVID," jelas Elina dalam diskusi bertajuk 'Opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas', Senin (7/6).

Elina juga mengungkapkan ada faktor lain yang perlu diperhatikan. Misalnya apakah para anak yang dirujuk ke RSCM memang memiliki kondisi yang cukup parah.

Elina tetap menegaskan angka kematian COVID-19 pada anak di Indonesia tetap tinggi. Bahkan cenderung sangat mengkhawatirkan dibanding negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Korea Selatan yang masih jauh di bawah 1 persen.

"Kalau kami melihat data di covid19.go.id itu kematian pada anak sampai 1 persen. Kelihatannya sedikit tapi dibandingkan dengan data negara lain, ini berarti puluhan anak Indonesia lebih banyak meninggal daripada negara lain," tutup Elina.

Komentar

Loading...