Sifat Santun dan Sayang Rasulullah Muhammad SAW

beritajowo.com / semarang -???? The day of Rasulullah.. ????Sepeninggal Abu Thalib, gangguan kafir Quraisy terhadap Rasulullah saw. semakin besar. Beliau pun berniat untuk meninggalkan Makkah dan pergi ke Thaif. 

Beliau berharap akan memperoleh dukungan penduduk setempat dan mereka akan menyambut baik ajakan beliau untuk memeluk agama Islam. 

Tak lama kemudian, beliau bersama Zaid bin 
Haritsah, anak angkat beliau, pergi ke Thaif.
Kabilah terbesar di Thaif adalah Bani Tsaqif, 
kabilah yang berkuasa serta mempunyai kekuatan fisik dan ekonomi yang cukup memadai. Mengetahui akan hal ini, Rasulullah saw. menemui pemimpin Bani Tsaqif yang terdiri dari tiga bersaudara. Rasulullah saw. menyampaikan maksud kedatangan beliau dan mengajak mereka untuk memeluk Islam dan tidak menyembah kepada selain Allah SWT. 

Namun jawaban dari mereka sungguh di luar harapan beliau. Salah satu dari mereka berkata, “Apakah Allah tidak dapat memperoleh seseorang untuk diutus selain engkau?” 

Yang lainnya berkata, “Kami hidup turun temurun di sini. Tiada kesusahan ataupun penderitaan. Hidup kami makmur, serba berkecukupan. Kami merasa senang dan bahagia. Oleh sebab itu, kami tak perlu agamamu.” 

Yang lainnya lagi berkata, “Jauh berbeda dengan ajaran yang kalian tawarkan. Penuh 
siksaan dan daerah yang selalu penuh dengan derita. Jelas kami menolak ajaran kalian, bila kami menerima, akan menimbulkan malapetaka bagi penduduk kami di sini.”

Mendengar jawaban mereka, Rasulullah saw. berkata, “Jika memang demikian, kami pun tidak memaksa. Maaf kalau telah mengganggu kalian. Kami
mohon diri.” 
Mereka berkata lagi, “Pergilah kalian cepat2 dari sini! Sebelum kalian menyebarkan bencana besar bagi penduduk di sini. Kedatangan kalian ke sini tak bisa kami diamkan begitu saja. 
Mau tak mau kami harus melaporkan hal ini kepada pemimpin Bani Quraisy di Makkah sebagai mitra kami. Kami tidak ingin berkhianat kepada mereka."

Maka Rasulullah saw. dan Zaid bin Haritsah keluar dari rumah para pemimpin Bani Tsaqif itu. Akan tetapi, para pemimpin Bani Tsaqif tidak membiarkan mereka berdua pergi begitu saja. Di luar rumah para pemimpin tersebut, Rasulullah saw. dan Zaid bin Haritsah dihadang oleh sekelompok penduduk kota Thaif yang tidak ramah. Bahkan di antara kelompok itu ada beberapa anak kecil. Dengan satu aba2 dari seseorang, sekelompok penduduk itu pun melempari Rasulullah saw. dan Zaid bin Haritsah dengan batu. 

Zaid bin Haritsah berusaha melindungi Rasulullah saw. sambil pergi dari tempat itu. Mereka berdua terluka akibat lemparan2 itu.
Setelah agak jauh dari kota Thaif, Rasulullah dan Zaid berteduh di dekat sebuah pohon sambil membersihkan luka2 mereka. 

Ketika  sudah tenang, Rasulullah saw. mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi pengaduan yang sangat mengharukan:
"Allahumma ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. 
Kepada siapa hendak Kau serahkan diriku? Kepada orang jauh yang berwajah muram kepadaku? Atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Aku tidak 
peduli selama Engkau tidak murka kepadaku. Sungguh luas kenikmatan yang Kau limpahkan kepadaku. 
Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Janganlah Engkau timpakan kemurkaan-Mu kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya kecuali dari Engkau.”

Kemudian Allah SWT mengutus Jibril untuk menghampiri beliau. Jibril berkata, 
“Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Thaif. Dia telah menyiapkan malaikat di gunung2 di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat2 itu akan menubrukkan gunung2 itu hingga penduduk kota itu akan binasa. 
Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi 
penduduk kota itu.”

Setelah mendapatkan hinaan dan lemparan batu yang demikian menyakitkan, kemudian mendapat tawaran luar biasa dari Jibril, apa jawaban Rasulullah saw.? 
Ia malah terkejut dengan tawaran tersebut, lalu menjawab kepada Jibril, 
“Walaupun orang2 ini tidak menerima ajaran Islam, tidak mengapa. Aku berharap dengan kehendak Allah SWT, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah 
Allah dan berbakti kepada-Nya.”

Maka Jibril pun berkata, “Engkau seperti yang disebut Tuhanmu: *Sangat penyantun dan penyayang*".

❤❤❤ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ????????????

* Sumber: Buku *"Kekasihku Muhammad Saw."* 
(50 Kisah Rasulullah Saw...)

Komentar

Loading...