Kampung Jawa Kebumen Lengkapi Keberadaan Kampung Arab dan Inggris

  • Regional
  • 19 Mar 2018 | 06:59 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 227 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / kebumen - Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono menjelaskan, berbagai aset atau objek di dalam eduwisata Kampung Jawa yang akan disuguhkan kepada wisatawan. Antara lain bangunan rumah Bupati Ambal, KRAH Purbonagara di Desa Ambalresmi yang dibangun tahun 1828 dan telah menjadi cagar budaya. Kemudian kerajinan wayang kulit, rumah-rumah srotong khas Ambal dan wisata kopi pesisir di Desa Pucangan, wisata kuliner khas Ambal serta beberapa obyek lainnya.?

Adapun persiapan kampung Jawa Kebumen sejak Agustus 2017. Pemikiran itu muncul untuk mengantisipasi pengaruh era global di mana masyarakat Jawa khususnya generasi muda mulai meninggalkan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa yang sejatinya merupakan keunggulan lokal.

"Sebagian besar dari mereka lebih menyukai hal-hal yang praktis, mudah, cepat dengan memanfaatkan teknologi canggih yang dapat menyebabkan kemalasan, kurang sosialisasi, individualistis, serta menurunnya semangat gotong-royong sehingga lambat laun jati diri masyarakat Kebumen akan luntur," katanya.

Setelah dilaunching, nantinya sejumlah kegiatan bakal dilaksanakan seperti pelatihan dan pengenalan seni tradisi jawa, pentas seni selapanan, pergelaran wayang golek, festival parade seni gebyag cah angon, pengenalan dolanan bocah, festival macapat, festival geguritan, hingga pembuatan film legenda dan sejarah Kebumen.

"Adapun tahapan pengembangan Kampung Jawa Kebumen sebagai lokasi wisata edukasi akan dilaksanakan secara berkelanjutan," ujarnya.

Wakil Bupati Yazid Mahfudz mengharapkan selain sebagai bentuk nguri-uri budaya Jawa, keberadaan Kampung Jawa sekaligus dapat menjadi sarana edukasi wisata bagi masyarakat "Kampung Jawa dapat menjadi edukasi dan wisata yang dikembangkan masyarakat Ambalresmi,? ungkap Yazid Mahfudz.

Lebih lanjut, Gus Yazid, sapaan akrabnya menambahkan, budaya Jawa, diakui sebagai budaya luhur yang juga dikagumi oleh bangsa luar Indonesia. Budaya Jawa semestinya dapat bersanding dengan budaya lainnya di dunia.

"Keberadaan Kampung Jawa melengkapi keberadaan Kampung Inggris dan Arab yang sebelumnya telah diresmikan," ujar Gus Yazid yang bersama rombongan melihat koleksi kampung Jawa dan stand produk UMKM.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU