Presiden Jokowi Serahkan Barang Gratifikasi Senilai Rp58 Miliar ke KPK

  • Nasional
  • 14 Mar 2018 | 00:26 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 111 kali
image
Foto : istimewa

beritajowo.com // Jakarta?- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sejumlah barang gratifikasi yang dikumpulkannya sejak 2017-2018 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Barang yang diserahkan sebanyak enam boks dengan nilai Rp58 miliar.

"Barang-barang ini sebelumnya sudah dilaporkan Bapak Presiden dan sekarang kami bawa untuk diserahkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan," ujar Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono di Kompleks Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Giri menyebutkan ada empat opsi terkait barang-barang tersebut. Pertama, dilelang. Kedua, dimasukkan ke dalam museum. Dalam konteks barang-barang yang dilaporkan Jokowi ini akan diletakkan di dalam museum di dalam Istana Bogor. Ketiga, barang-barang itu diserahkan ke yayasan/lembaga/institusi yang membutuhkan, dan keempat, dapat dibeli oleh pelapor dalam hal ini Presiden Jokowi. Sayangnya, Giri enggan menjelaskan barang-barang apa saja yang dilaporkan Jokowi ke KPK.

Menurut Giri, pelaporan barang gratifikasi ini merupakan teladan yang baik bagi pejabat negara. Dia berharap pejabat negara lain dapat mengikuti jejak Presiden Jokowi dalam melaporkan barang gratifikasi.

Dia menjelaskan, Presiden juga menerima gratifikasi berupa dua ekor kuda senilai Rp70 juta. Kuda tersebut sudah dilaporkan kepada KPK dan ditetapkan sebagai milik negara. Untuk sementara, kuda-kuda tersebut akan dititipkan di Istana Bogor karena KPK belum memiliki fasilitas mengelolanya.

Kasubdit Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Kemenkeu, Karman Kamal mengatakan bahwa Kemenkeu akan mengelola barang-barang gratifikasi yang telah diserahkan KPK. Nanti barang tersebut bisa saja dilelang atau mungkin ditempatkan di kementerian terkait.

"Barang tersebut akan dilelang. Ini kalau konsepnya revenue. Bagi barang yang punya nilai edukasi, ini kita akan tetapkan status penggunanya di kementerian/lembaga terkait. Seperti kuda mungkin ini ke depan status penggunanya di Setneg agar kuda tersebut bisa berada di Istana Bogor," ucap nya.

Karman mengatakan, selama ini DJKN terus bersinergi bersama KPK dalam menindaklanjuti barang gratifikasi, baik dalam proses lelang, ditetapkan statusnya, atau dihibahkan ke lembaga yang memerlukan.

Berdasarkan data yang diperoleh, ada banyak barang berharga yang telah diserahkan Jokowi ke KPK baik setelah menjadi presiden ataupun gubernur DKI Jakarta.

Terakhir, Jokowi menyerahkan piringan hitam atau vinyl album grup musik asal Amerika Serikat, Metallica, pemberian Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen. Piringan hitam Deluxe Box Set Metallica judul Master of Puppets dikembalikan kepada negara melalui KPK sebagai pengembalian gratifikasi.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya mengungkapkan hal ini sudah dilakukan Jokowi sejak dirinya masih menjabat sebagai wali Kota Solo dan gubernur DKI Jakarta.

Menurut Febri, hal yang dilakukan oleh Jokowi seharusnya diikuti oleh bawahannya serta kepala daerah lain. Pengembalian barang gratifikasi merupakan komitmen dari kepala daerah kepada pencegahan korupsi.

img
BeJo@23
EDITOR

KABAR TERBARU