Apem Yaaqawiyyu Diperebutkan Belasan Ribu Warga

  • Regional
  • 04 Nov 2017 | 10:38 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 84 kali
image
Foto: istimewa

KLATEN, beritajowo.com ??Sebanyak enam ton kue apem diperebutkan ribuan warga di lapangan Oro Oro Tarwiyah kompleks makam Ki Ageng Gribig Jatinom itu.

Sebaran apem dimulai dengan arak-arakan dua gunungan apem dari Masjid Agung Jatinom menuju panggung Oro Oro Tarwiyah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri puncak perayaan tradisi Yaaqawiyyu di Jatinom, Klaten, Jumat (3/11) siang.?

Tiba di panggung utama, gunungan apem didoakan oleh ulama setempat yang berperan sebagai paraga Ki Ageng Gribig.

Usai doa dilafalkan, Ganjar berkesempatan membagikan apem pertama untuk diperebutkan warga.

Setelah apem pertama dibagikan, para santri dari dua menara menjatuhkan ribuan apem. Warga pun berdesakan tak memperdulikan panasnya terik mentari.

Uniknya tak sedikit warga membawa jaring maupun payung agar dapat menangkap apem lebih mudah. Meski bisa dianggap curang namun hal itu juga berarti tingginya antusiasme warga. Mereka percaya, apem-apem itu mendatangkan berkah dan kesejahteraan.

"Lebih dari 15 ribu yang datang kali ini, luar biasa, mungkin karena mereka tahu pak gubernur memastikan rawuh, ? kata Ebta Nurcahya, Ketua Pelaksana.

Selain Gan jar, hadir juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Plt Bupati Klaten Sri Mulyan.

Ganjar mengatakan, tradisi mengenang tokoh penyebar agama Islam, yakni Ki Ageng Gribig, membuktikan para ulama zaman dahulu datang membawa kebaikan melalui pendekatan budaya.

Jadi tradisi sebaran apem yang digelar tiap tahun di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau dikenal dengan Saparan ini lestari hingga sekarang.

"Budaya ini sangat luhur. Bisa mengumpulkan semua orang hadir di sini dengan keceriaan dan kegembiraan. Para romo kiai datang melakukan pendekatan budaya untuk kebaikan. Jangan lupa saling tolong menolong, beribadah dan menjaga NKRI," ujar Ganjar, saat memberikan sambutan.

Mengingat tradisi sebaran apem Yaqowiyu tersebut menyedot ribuan warga, Gubernur meminta masyarakat yang datang untuk berhati- hati agar tidak mengakibatkan korban jiwa.

"Yang ingin apem?ngacung? Rebutane sing ati- ati. Ini artinya betapa senengnya masyarakat hari ini. Apem berasal dari bahasa arab 'affan' yang artinya maaf. Datang sepakat saling memaafkan, sepakat saling bertemu gotong royong, sepakat berbagi rejeki, sepakat gotong royong bangun berbarengan," sambung Ganjar mengingatkan.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU