Warga Kudus Berobat Gratis

  • Regional
  • 03 Nov 2017 | 10:32 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 239 kali
image
Foto: istimewa

KUDUS, beritajowo.com?-Orang miskin dilarang sakit. Mungkin itulah istilah yang beberapa waktu lalu sempat populer.

Namun, istilah tersebut tidak berlaku di Kudus. Dari kalangan manapun, masyarakat Kudus berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Adalah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang telah digratiskan bagi warga Kudus sejak tahun 2008. Hingga kini, di Kudus telah ada 19 puskesmas yang 10 diantaranya telah melayani rawat inap. Keberadaan puskesmas yang relatif lebih dekat dengan masyarakat akan memberikan kemudahan tersendiri.

Selain itu, sejak Maret 2015, Bupati Kudus H. Musthofa yang inovatif dan visioner yaitu telah membebaskan biaya perawatan bagi masyarakat yang dirawat di kelas III Rumah Sakit (RS).

Itu semua tanpa menggunakan kartu BPJS. Tetapi cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Bupati Kudus sudah memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk semua beberapa tahun silam. Jauh sebelum program Universal Health Coverage (UHC) dicanangkan.

Penyediaan sumber daya manusia serta alokasi anggaran yang mencukupi, merupakan kepedulian secara konkrit Bupati Kudus terhadap program ini.

Dengan anggaran belasan miliar rupiah setiap tahun, semuanya untuk pelayanan gratis di puskesmas dan kelas III RSUD dr. Loekmono Hadi.

Dengan layanan yang ter-cover dalam jaminan kesehatan daerah (JKD) ini, masyarakat benar-benar terpuaskan. Bagaimana tidak, mereka bisa merasakan kemudahan dalam layanan, tidak dipungut biaya, dan dilayani secara baik.

Sebagaimana dituturkan oleh Faizul Muna salah seorang pasien yang merasakan layanan gratis ini. Saat ini dia menderita trombosit turun, atau DB. Layanan yang diberikan RSUD dr. Loekmono Hadi baginya sangat memuaskan. ?Perawat-perawat di sini melayani saya dengan baik. Tidak membedakan saya (pasien JKD) dengan pasien umum,? aku Faizul yang kini masih duduk di bangku kelas X SMA baru-baru ini.

Tingkatkan Sarana Prasarana

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammah Sofwan yang merupakan suami dari Kholifah yang beralamat di Desa Gondangmanis, Bae. Istrinya saat ini menderita benjolan di belakang hidung. Kholifah sudah mendapatkan perawatan selama empat hari di RSUD dr. Loekmono Hadi.

?Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Musthofa. Hanya dengan KTP, istri saya telah dilayani dengan baik dan prosesnya mudah di sini,? demikian pengakuan Sofwan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan, Bupati Kudus terus meningkatkan sarana prasarana kesehatan yang ada.

Pelayanan di berbagai puskesmas semakin baik untuk memberikan layanan terbaik bidang kesehatan. Sehingga, tidak perlu harus ke rumah sakit apabila di puskemas sudah terlayani.

?Kesehatan inilah salah satu hal yang penting bagi kemajuan bangsa. Karena besar pengaruhnyauntuk peningkatan derajat hidup dan kesejahteraan,?Kata Bupati Kudus H. Musthofa.

Belum puas dengan itu semua, Bupati Kudus melengkapi kemudahan layanan dengan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Yaitu layanan online dilengkapi dengan call center.

Masyarakat bisa mengakses jumlah ketersediaan kamar, layanan yang ada, dokter, serta lokasi fasilitas kesehatan di Kudus dengan sistem ini.

?Bahkan kini, hanya dengan aplikasi berbasis android K-119, masyarakat terlayani jika dalam kondisi darurat untuk ditangani segera,? jelas Bupati yang mendapat Inagara Award (atas inovasinya) dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) tahun 2017 ini.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU