Pakai Rompi Tahanan KPK, Fredrich Merasa Dilecehkan

  • Nasional
  • 22 Feb 2018 | 19:36 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 237 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // Jakarta - Fredrich Yunadi merasa dilecehkan ketika memakai rompi tahanan KPK.

Menurutnya, statusnya sebagai tahanan adalah tahanan hakim, bukan KPK.

Hal itu disampaikan Fredrich usai jaksa membacakan tanggapan terhadap eksepsi atau nota keberatannya. Fredrich juga menyampaikan izin untuk berobat jantung yang dideritanya. Menanggapi Fredrich, majelis hakim mempersilakan Fredrich untuk berkoordinasi dengan KPK.

"Mengenai kaitan dengan pakaian yang saudara pakai yang ada tahanan KPK, ini tentunya ada ketentuan di KPK yang kami nggak tahu. Tapi kalau menurut saudara disampaikan di sini. Kami nggak bisa memutuskan. Silakan koordinasi dengan KPK soal pemakaian baju tahanan KPK," ujar hakim.

Namun, Fredrich berkeras merasa haknya dilanggar. Menurutnya menggunakan baju tahanan KPK bentuk pelecehan terhadap dirinya.

"Ini untuk penegakan hukum dan penegakan hak asasi manusia. Seseorang sebelum dijatuhi hukuman dianggap nggak bersalah. Tapi kami secara hukum resmi adalah tahanan pengadilan. Tapi kami dilecehkan di depan wartawan supaya kelihatan tahanan KPK pak. Ini kan pelecehan terhadap hak asasi saya," kata Fredrich.

"Silakan bapak perintahkan bikinkan jaket pengadilan. Saya lebih bangga tapi dalam hal ini mereka akan lempar bapak kan tahanan pengadilan bukan tahanan saya," sambungnya.

Fredrich juga menyoal soal merasa dipersulit untuk berobat.

Majelis hakim mengatakan menerima keluh kesah Fredrich.

Fredrich mengaku akan menyurati Kementerian Hukum dan HAM soal pakaian tahanan KPK.

Majelis hakim memutuskan sidang ditunda pada Senin, 5 Maret 2018.

Dalam kasus ini jaksa KPK mendakwa Fredrich merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Fredrich diduga bekerja sama dengan dr Bimanesh Sutarjo merekayasa sakitnya Novanto.

Fredrich meminta Bimanesh membuat diagnosis beberapa penyakit, termasuk hipertensi, atas nama Novanto. Padahal Bimanesh belum pernah memeriksa kesehatan Novanto.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU