Buku Silent Invasion,Ungkap Spionase dan Pengaruh Intrik China Masuk Ke Australia

  • Internasional
  • 22 Feb 2018 | 12:41 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 251 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // China - Ribuan mata-mata China telah mengintegrasikan diri ke dalam kehidupan publik di Australia mulai dari bidang politik, akademisi, bisnis hingga ke gereja-gereja di pinggiran kota dan kelompok penulis lokal.

Demikian disebutkan dalam buku kontroversial? berjudul Silent Invasion: How China Is Turning Australia into a Puppet State, ditulis Clive Hamilton, profesor etika publik pada Universitas Charles Sturt.

Di dalam buku tersebut, Prof Hamilton menuding bahwa kampanye spionase dan pengaruh intrik China yang sistematis mengarah pada "erosi kedaulatan Australia".

Erosi itu sebagian disebabkan oleh gelombang migrasi China ke Australia belum lama ini, termasuk "milyuner dengan sejarah buram dan berhubungan erat dengan partai (Komunis China), pemilik media corong Beijing, mahasiswa 'patriotik' yang dicuci otaknya sejak lahir, serta profesional dalam asosiasi pro-Beijing yang didirikan kedutaan besar China," tulis Prof Hamilton.

ABC News mendapatkan salinan buku yang belum dipublikasikan, yang akan diterbitkan di tengah perdebatan mengenai pengaruh China di Australia dan kekhawatiran bahwa Beijing memiliki ribuan "mata-mata" tak resmi di negara tersebut.

Buku ini diperkirakan menimbulkan kecemasan di kalangan politikus Australia.

Buku ini memuat nama lebih dari 40 politisi dan mantan politisi Australia yang menurut Prof Hamilton sedang melakukan pekerjaan bagi pemerintah totaliter China, terkadang tanpa disadari.

Kebanyakan di antaranya nama berpengaruh.

Silent Invasion sangat kontroversial sehingga nyaris tidak bisa dipublikasikan.

Seharusnya sudah diterbitkan akhir tahun lalu oleh Allen & Unwin, namun penerbit ini mempertimbangkan kekhawatiran akan ditarget oleh Beijing dan proksinya di Australia. Melbourne University Press juga menolak menerbitkan buku tersebut.

Hal itu menyebabkan Prof Hamilton - penulis berbagai buku tentang perubahan iklim, politik dan ekonomi ,untuk menyuarakan apa yang dia gambarkan sebagai usaha PKC memberangus debat publik di Australia.

Silent Invasion tampaknya juga menimbulkan perpecahan pendapat di Parlemen Australia. Partai Buruh dan Liberal dalam komite rahasia parlemen saling bertentangan dalam soal perlindungan hukum untuk buku tersebut.

Rencana penerbitan digital buku ini digagas anggota badan pengawas intelijen Parlemen, Komite Gabungan Intelijen dan Keamanan Parlemen (PJCIS).

Hal ini menjadi yang pertama kalinya bagi parlemen Australia menerbitkan sebuah buku secara keseluruhan.

Sebab hal ini akan memberikan hak istimewa parlementer terhadap buku tersebut dalam melindungi isinya dari gugatan hukum.

Sementara anggota komite dari Liberal mendukung penerbitan ini, mayoritas anggota dari Buruh menolak dengan alasan tidak selayaknya Parlemen Australia memberikan izin buku tersebut.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU