Pencegahan Praktek korupsi Lebih Utama Dibanding Penindakan

  • Regional
  • 22 Feb 2018 | 09:58 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 149 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - Praktek korupsi yang dilakukan pejabat negara, baik secara individu atau bersama-sama dengan sesama pejabat publik dan bahkan pihak swasta terus terjadi meski penegakan hukum secara represif terus dilakukan.

Bahkan penindakan secara represif tersebut dituding sebagai penyebab rendahnya penyerapan anggaran dan terhambatnya proyek-proyek pembangunan sebagai akibat timbulnya rasa takut pada pihak aparatur negara dan swasta.

Sisi lain penegakan hukum secara represif juga menghadapi tantangan, hambatan dan kendala karena adanya benturan norma, banyak regulasi dan kekaburan hukum. Menghadapi itu maka diperlukan inovasi dan terobosan yang solutif sesuai dengan hukum progresif di mana yang dilakukan kejaksaan dengan membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4).

Konsep-konsep kejaksaan terlibat dalam pembangunan melalui TP4 tersebut, terlebih yang menjadi prioritas pemerintah saat ini. Menurut Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Yos Johan Utama, sebagai satu alasan pemberian gelar doktor honoris causa (kehormatan) di bidang Hukum Pidana kepada Jaksa Agung RI HM Prasetyo.

"Konsep pencegahan lebih baik daripada penindakan. Pencegahan ini dengan mendampingi mulai dari awal perencanaan, proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh pemerintah agar tidak terjadi tindak pidana korupsi," kata Prof Yos dalam Konferensi Pers pengukuhan gelar doktor honoris causa kepada Jaksa Agung HM Prasetyo di Undip Semarang, Rabu (21/2).

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU