Dubes AS Dukung Program Semarang Smart City

  • Regional
  • 21 Feb 2018 | 23:22 WIB
  • Oleh ANT
  • Dilihat 184 kali
image
Foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang -?Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr menyatakan siap mendukung program pengembangan Semarang "smart city".

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Rabu (21/2/2018), salah satunya dukungan sistem perangkat lunak untuk "smart city".

Donovan tertarik dengan implementasi program "smart city" oleh Pemerintah Kota Semarang yang dinilainya berbanding lurus dengan era peningkatan teknologi sekarang ini.

Dalam kunjungan itu, Dubes AS untuk Indonesia diajak melihat pengoperasian "Situation Room" yang bisa memantau situasi Kota Semarang secara menyeluruh.

Melalui "Situation Room", seluruh perangkat close circuit television (CCTV) yang ada di Semarang akan diintegrasikan, mulai perkantoran, toko, sekolah, dan perumahan.

Setiap kegiatan pelayanan dan pembangunan juga terpantau secara "realtime", termasuk data-data statistik yang berkaitan sehingga bisa menjadi pedoman melakukan kebijakan.

Era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, diakui Donovan sudah sepatutnya dimanfaatkan untuk pelayanan publik dan masyarakat dalam melakukan kontrol kinerja pemerintah.

Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang menyambut baik niat AS untuk mendukung pengembangan teknologi di Kota Semarang, sebab konsep pembangunannya adalah bergerak bersama.

"Konsep pembangunan Kota Semarang adalah bergerak bersama. Jadi, semakin banyak yang ingin membantu, pasti akan semakin baik. Bukan pertama kalinya luar negeri ingin berpartisipasi," katanya, seperti dilansir Antara.

Proyek-proyek pembangunan yang didukung luar negeri, kata dia, antara lain penanganan banjir oelh Belanda, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) oleh Denmark, dan konversi bahan bakar bus oleh Jepang.

"Saya tegaskan kepada Pak Duta Besar bahwa kami membuka diri jika ada perusahaan dari AS yang ingin berinvetasi di sektor lain, seperti pendidikan, misalnya," kata politikus PDI Perjuangan itu.

img
BeJo@21
EDITOR