Harga Minyak Dunia Hari ini 20 Februari 2018 Diposisi Tertinggi

  • Internasional
  • 20 Feb 2018 | 12:57 WIB
  • Oleh lip6
  • Dilihat 292 kali
image
Foto:istimewa

beritajowo.com // new york?- Harga minyak mentah dunia mencapai tingkat tertinggi dalam hampir dua minggu. Harga terangkat pemulihan ekuitas global dan ketegangan di Timur Tengah,?di tengah kekhawatiran kenaikan produksi di Amerika Serikat (AS).

Melansir laman?Reuters,?Selasa (20/2/2018), harga minyak?mentah Brent naik 89 sen menjadi US$ 65,73 per barel, usai naik ke level tertinggi dalam 11 hari di posisi US$ 65,75 per barel pada awal sesi.Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Maret naik 82 sen menjadi US$ 62,50 per barel, setelah sebelumnya naik 1,44 persen ke level tertinggi sejak 7 Februari.

"Pasar saham yang jinak?membuat ... seperti juga ketegangan geopolitik di Timur Tengah," kata Commerzbank dalam sebuah catatannya.

Harga minyak antara lain dipengaruhi kenaikan saham di Eropa. Pasar saham global?mencatat kenaikan?untuk sesi keenam, menyusul aksi jual dipicu kekhawatiran tentang inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Sementara ketegangan di Timur Tengah muncul usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel dapat bertindak melawan Iran sendiri, tidak?perlu bersama sekutunya di Timur Tengah. Pernyataan ini muncul setelah insiden perbatasan di Suriah?mendorong terjadinya konfrontasi langsung di Timur Tengah?.

Perdagangan minyak diperkirakan akan lebih lambat dari biasanya pada hari?ini karena Bursa AS dan China Daratan yang libur.

Di sisi lain, kenaikan jumlah rig minyak AS menjadi indikator tentang produksi minyak negara ini. AS menambah jumlah rig sebanyak 7?menjadi 798, tertinggi sejak April 2015, menurut laporan mingguan Baker Hughes General Electric.

Itu menandai pertama kalinya sejak Juni bahwa AS menambahkan jumlah rig selama empat minggu berturut-turut, dan angka tersebut membaik dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat sebanyak?597 rig.

Kondisi kenaikan produksi minyak AS membuat usaha Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen lainnya termasuk Rusia untuk mengekang produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai akhir 2018 terganggu.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU