Viral,Bocah SD Di Jakarta Menjadi Korban Bully

  • Nasional
  • 01 Nov 2017 | 15:08 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 237 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo - Pada Senin (30/10),melalui akun Facebooknya, perantau asal Nias Bonivasius Bearo Zalukhu mengungkap bullying berbasis SARA yang dialami keponakannya, Josep Sebastian Zebua, murid SDN 16 Pekayon, Jakarta Timur.

Boni(Panggilan akrab Bonivasius Bearo Zalukhu) mendapatkan informasi saat bertandang ke rumah kakaknya, Albina Averina Zalukhu (ibu Joseph Sebastian Zebua)di daerah Ciracas, Jakarta Timur. Averina yang bercerita Sebastain tidak mau masuk sekolah karena kerap disiksa teman-temannya. Melalui Averina itulah, Boni mendapat cerita Sebastian sering dipanggil ?Ahok?, ?Kafir?, dan puncaknya telapak tangan Sebastian ditusuk dengan pulpen oleh temannya.

Karena tidak ada akses boni menjelaskan mengapa tidak langsung melaporkan kepada KPAI atau instansi terkait.Perihal itu Boni menulis di Facebook.

Boni menegaskan bahwa dia bukan ingin buat gaduh atau ingin viral.Kurang lebih 3500 komentar memenuhi laman facebooknya.Beberapa akun menuduh boni sudah menyebar berita hoax karena terjadi perubahan pernyataan dalam unggahannya.

Boni mengakui dia sempat salah dalam menuliskan beberapa keterangan dalam pernyataannya salah satunya tentang keterangan tempat sekolah sebastian,Dia berdalih hal itu bukan untuk membohongi tapi semata-mata karena kurang teliti saja.

Sedangkan dari pihak kepolisian ataupun beberapa guru SDN 16 Pekayon (Tempat Sekolah Sebastian) memberikan keterangan tentang perangai Bastian yang "hiperaktif".Perangai Sebastian yang sangat aktif dan tidak bisa diam dinilai sebagai prakondisi yang memancing temannya merisak. Sebelumnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta menegaskan bahwa peristiwa tersebut sebagai kabar bohong alias hoax.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Setelah dilakukan verifikasi, kata Bowo, diketahui tidak benar ada SDN 16 Ciracas, Pasar Rebo, seperti yang disebutkan di akun Facebook. Sebab, Ciracas dan Pasar Rebo adalah dua wilayah yang terpisah.Kemudian, kata Bowo, SDN 16 Ciracas sudah lama tidak ada lagi, karena dilebur ke dalam SDN 13 Ciracas.

?Di SDN 13 Ciracas tidak ada nama siswa atas nama Joseph Sebastian Zebua seperti yang tercantum di akun facebook Bonivasius Bearo Zalukhu,? ungkap Bowo ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (1/11/2017) pagi.

Maka, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengambil kesimpulan informasi yang disebar akun facebook Boni hoax alias kabar bohong.

Namun beberapa jam kemudian Dinas Pendidikan DKI mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa tersebut memang benar adanya, tapi terjadi di SDN 16 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, bukan di SDN 16 Ciracas sebagaimana yang tertulis di akun Facebook Boni.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU