Mengenal Sekilas Rohingya, Kaum Muslim Minoritas Tertindas di Myanmar

  • Info Publik
  • 20 Jan 2018 | 07:03 WIB
  • Oleh BBC
  • Dilihat 146 kali
image
foto: Getty/dok

beritajowo.com / rakhine - Orang Rohingya yang pada awal 2017 lalu diperkirakan jumlahnya sekitar satu juta jiwa di Myanmar- merupakan satu dari beberapa etnis minoritas di negara dengan penduduk mayoritas umat Buddha.

Mereka merupakan komunitas Muslim terbesar di Myanmar dan sebagian besar tinggal di negara bagian Rakhine. Sebagian besar umat Islam Rohingya tinggal di negara bagian Rakhine sebelum mengungsi ke Bangladesh.

Memiliki bahasa dan budaya sendiri, nenek moyang Rohingya adalah para pedagang Arab dan kelompok etnis lainnya yang sudah berada di kawasan itu selama beberapa generasi.

Pemerintah Myanmar membantah Rohingya sebagai warga negaranya dan bahkan tidak diikutkan dalam sensus tahun 2014 lalu, yang membuat mereka tidak diakui sebagai penduduk negara.

Sejak tahun 1970-an, banyak umat Rohingya yang mengungsi ke beberapa negara kawasan, termasuk ke Indonesia dan Malaysia.

Namun dalam beberapa tahun belakangan -sebelum krisis terbaru pada Agutus 2017- ribuan orang Rohingya menempuh perjalanan berbahaya ke luar dari Myanmar untuk melarikan diri dari kekerasan etnis maupun kekejaman aparat militer Myanmar.

Selain menuntut kewarganegaraan Myanmar, ada juga pengungsi yang meminta penempatan pasukan penjaga perdamaian PBB di Rakhine untuk menjamin keamanan.

"Kami ingin pasukan penjaga perdamaian PBB di Arakan (Rakhine). Kami ingin hak mendasar dan kewarganegaraan. Kami tidak ingin pemulangan tanpa jaminan hidup," jelas Mohibullah, yang kini tinggal di kamp pengungsi Cox's Bazar, kepada kantor berita AFP.

Unjuk rasa pengungsi Rohingya di Bangladesh menentang kepulangan mereka berlangsung menjelang kunjungan pelapor khusus PBB, Yanghee Lee, ke tempat penampungan pengungsi di kawasan tenggara perbatasan Bangladesh, yang menampung sekitar satu juta umat Islam Rohingya.

Kelompok-kelompok pegiat hak asasi dan PBB mendesak agar pemulangan para pengungsi harus berlangsung secara sukarela.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU