JK Pertimbangkan Kenaikan Iuran BPJS

  • Nasional
  • 01 Nov 2017 | 09:21 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 125 kali
image
Kartu BPJS. (istimewa)

Beritajowo.com - Defisit yang mencapai Rp 9 triliun dilaporkan oleh Dewan Pengawas BPJS ke Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) Kesehatanpekan lalu. Defisit muncul terjadi akibat ketimpangan penerimaan iuran peserta dengan beban jaminan kesehatan yang ditanggung.
JK tengah mempertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan diperhitungkan dengan nilai inflasi.
"Memang tarif sedang dipertimbangkan karena juga menghitung inflasi, ini kan sudah tiga tahun masa begitu-begitu saja sedangkan mungkin layanan yang diberikan sudah naik," tutur JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).
?JK menganggap, dengan kondisi defisit seperti ini akan suli t bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan optimal.
JK menambahkan jika BPJS defisit dengan banyak hutang di rumah sakit (RS)
Selain mempertimbangkan kenaikan iuran, JK juga tengah mengkaji untuk meningkatkan kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda).JK mengatakan Pemda harus ikut bertanggung jawab dan menganggap Pemda memiliki progam kesehatan untuk daerah masing-masing jika digabungkan,menurutnya?akan menyelesaikan masalah defisit.Hal ini sudah dibicarakan dengan kabinet.
Dari pihak BPJS pun membenarkan bahwa pihaknya harus menanggung mismatch karena tairf iuran yang tidak mencapai keekonomian.defisit mencapai Rp 9 triliun ini dihitung dari aktuari dan akademisi.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU