Sukhoi SU-35 Siap Tempur

  • Nasional
  • 31 Okt 2017 | 22:40 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 137 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com - Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 (11) yang dibeli Tentara Nasional Indonesia.Keberadaan pesawat tersebut adalah untuk memperkuat Pertahanan Udara Nasional.

"Pesawat Sukhoi SU-35 sudah sesuai dengan spek yang diajukan oleh KSAU dan sudah siap tempur," kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Sesaat setelah meresmikan pembangunan perumahan, sarana pendidikan dan barak prajurit di Markas Yonkav 7/Sersus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (31/10).

Suhoi SU-35 dilengkapi persenjataan air to air missile, air to ground missile, bomb, ground suport equipment, simulator dan spare part. Sukhoi tersebut juga dilengkapi dengan mesin cadangan.

Setelah sesuai dengan spek,KSAU akan melaksanakan insubordinasi kepada Presiden RI Joko Widodo.

TNI telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pertahanan RI dengan tembusan Presiden. Dalam rapat terbatas.Presiden sudah memerintahkan agar pesawat tempur yang dibeli adalah Pesawat Sukhoi SU-35 yang siap tempur.

Sementara terkait dengan keinginan Menteri Koordinator Bidang Poli tik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, agar proses perjanjian jual-beli tersebut selesai pada akhir tahun ini, Enggartiasto menyatakan hal tersebut tergantung jawaban dari Rusia.

"(Selesai di Desember 2017?) Ya kalau bisa, tergantung mereka. Kalau mereka selesai (memberikan jawaban), ya selesai," kata dia.

Selain itu, menurut Enggartiasto, tidak perlu ada penandatangan perjanjian lagi antara Indonesia dan Rusia untuk mempercepat proses ini. Sebab, semuanya telah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) pada Agustus lalu.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, berkomentar tentang rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 Indonesia. Kremlin mengklaim tidak pernah mengaitkan atau menerapkan persyaratan non teknis sebagaimana negara lain.

"Kerja sama ini menunjukkan bahwa Rusia siap menjadi sekutu militer yang bisa diandalkan Indonesia. Kami tidak menerapkan syarat-syarat politik tertentu untuk penjualan pesawat tempur ini, tidak seperti negara lain yang tentu Anda sudah tahu siapa," kata Galuzin, kepada sejumlah wartawan.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU