Konflik Internal Keraton Solo Ganggu Jalannya Proyek Revitalisasi

  • Regional
  • 11 Nov 2017 | 21:46 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 96 kali
image
(Foto: istimewa)

Solo, beritajowo.com?- Ratusan pekerja revitalisasi Keraton Solo, geruduk Keraton Solo, Sabtu (11/11/2017).
Sebelumnya dikabarkan jika para pendemo itu melakukan demo menuntut pembayaran gaji.

Namun hal itu ditampik oleh PT Remaja, selaku kontraktor yang menangani proyek revitalisasi keraton.
Menurut Nur Cahyo, Manajer Lapangan PT Remaja, para pekerja tak bisa masuk ke dalam museum Keraton Solo.
Pasalnya, gerbang di museum itu digembok dan tidak bisa dibuka.

Nur menduga penutupan tersebut dilakukan oleh pihak keraton.
Pasalnya kunci gerbang sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak keraton.
"Tidak ada penunggakan gaji. Hanya saja museum saat ini ditutup. Hanya pihak Keraton yang pegang kunci. Kami merasa, saat ini ada konflik internal di lingkungan Keraton," ujarnya.

Dirinya m enjelaskan, gaji memang dibayar setiap hari Sabtu.
Namun karena saat ini bangunan Museum ditutup, maka pembayaran akan dilakukan pukul 3 sore.
Nur juga menjelaskan, sebenarnya penutupan gerbang museum tersebut telah terjadi sejak Jumat (10/11/2017) kemarin. Penggembokan tersebut, kata Nur, masih berlanjut hingga hari ini.
"Para pekerja kami juga tidak bisa masuk dan melanjutkan revitalisasi museum. Jadi dua hari ini pekerja ini tidak bisa bekerja," terangnya.

Dirinya menambahkan, kejadian penutupan tersebut mengganggu proses revitalisasi Museum Keraton Solo, yang sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.

Hingga saat ini, ia menguraikan, proses revitalisasi sudah mencapai 85 persen.
"Proyek revitalisasi ini kita targetkan rampung pada 22 Desember. Kalau seperti ini jelas mengganggu proses," katanya.

img
BeJo@23
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU