Pemimpin Hizbullah Klaim Arab Saudi Umumkan Perang Terhadap Lebanon

  • Internasional
  • 11 Nov 2017 | 11:19 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 69 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com - Pemimpin Hizbullah dan salah satu tokoh paling menonjol di Lebanon, Hassan Nasrallah, mengungkapkan bahwa Arab Saudi telah mendeklarasikan perang terhadap negaranya dan menuduh Arab Saudi siap membayar milyaran dollar ke Israel untuk melakukan serangan militer ke Lebanon,perkataan ini di sampaikan Nasrallah lewat televisi pada 10/11/2017 waktu setempat.
Hal itu ia sampaikan setelah Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Nasrallahpun juga menyebutkan Hariri mengundurkan diri karena telah dipaksa oleh pihak Saudi. Ia mengatakan bahwa Arab Saudi berusaha menyingkirkan Hariri sebagai perdana menteri dan memaksakan kepemimpinan baru dalam gerakan politiknya.

Sebelumnya,pengunduran diri itu disampaikan dalam sebuah siaran televisi pada 4 November 2017. Melalui pernyataan tersebut, Hariri menuding Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon telah menabur perselisihan di negara-negara Arab dan ia takut dirinya menjadi korban pembunuhan.
Merespons hal tersebut, Presiden Lebanon Michel Aoun dan sejumlah politisi senior telah meminta Hariri untuk pulang. Hal itu disampaikan di tengah kecurigaan bahwa Hariri telah disandera oleh pihak Saudi dan pengunduran dirinya dibayangi tekanan Riyadh.
Hariri meninggalkan Lebanon pekan lalu untuk melawat ke Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk hingga ia kemudian menghebohkan publik dengan kabar pengunduran dirinya.
Bahkan rekan dekat di partainya tidak yakin alasan pasti di balik keputusan Hariri mundur atau kapan persisnya ia akan kembali ke Lebanon.
Pasca-mengumumkan pengunduran dirinya, Hariri diketahui sempat meninggalkan Arab Saudi dan menuju ke Uni Emirat Arab. Namun, akhirnya ia kembali ke Riyadh.Ada kekhawatiran bahwa Lebanon dapat terlibat dalam konfrontasi regional yang lebih luas antara Arab Saudi dan Iran.
Ketegangan antara ketiga negara tersebut telah melonjak sejarak Hariri mengumumkan pengunduran dirinya.

Di saat yang sama, Arab Saudi dan sejumlah negara teluk sekutunya mengimbau warganya yang berada di Lebanon untuk segera meninggalkan negara tersebut.
"Mempertimbangkan kondisi di Republik Lebanon, Kerajaan meminta warganya yang berkunjung atau tinggal di sana untuk segera pergi," ujar seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Saudi.
Adapun Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir pada awal pekan ini memperingatkan bahwa pemerintahannya akan menganggap Lebanon sebagai musuh selama kelompok Hizbullah bercokol di pemerintahan Lebanon.
Al-Jubeir menegaskan bahwa partisipasi Hizbullah dalam pemerintahan merupakan "tindakan perang" melawan Arab Saudi. Riyadh memandang Hizbullah sebagai perwakilan Iran di tengah rivalitas Sunni dan Syiah.
Arab Saudi belum lama ini menuding kelompok Hizbullah yang mendapat dukungan dari Iran telah menembakkan rudal ke wilayah mereka dari Yaman. Rudal tersebut berhasil dihindari.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU