Lockdown 4 Bulan Kota Tegal Berimbas Penurunan Ekonomi

  • Regional
  • 27 Mar 2020 | 23:20 WIB
  • Oleh trb.com
  • Dilihat 1778 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / jakarta - Pemerintah Kota Tegal mengambil kebijakan lockdown selama empat bulan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Meski, istilah itu diluruskan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan nama 'isolasi kampung'. Terlepas dari persoalan istilah, kebijakan lockdown Tegal akan memberikan dampak.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, lockdown akan berdampak besar pada ekonomi Tegal sendiri. Sebab, aktivitas ekonomi akan menyusut. Namun, dia bilang lockdown di Tegal tak memberi dampak besar pada ekonomi nasional.

"Tentunya dengan lockdown aktivitas ekonomi di Kota Tegal menurun, dampak terhadap Kota Tegal terasa besar karena tentunya lockdown aktivitas ekonomi akan jauh lebih menyusut. Tapi, dampak ekonomi nasional sangat kecil karena pertama itu tadi, kedua kontribusi dari perekonomian Tegal terhadap ekonomi nasional kecil," katanya kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).
Baca juga: Tegal Katanya Lockdown, Pedagang Warteg Kebingungan

Dia menerangkan, lockdown Tegal sendiri telah dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bukan lockdown sepenuhnya. Dia bilang, lockdown tidak mengganggu arus logistik, baik menuju Jakarta maupun keluar Jakarta, sehingga dampaknya ke arus logistik bisa dikatakan tidak ada.

"Lockdown-nya Tegal ini kan sudah dikonfirmasi, baik Wali Kota maupun Gubernur Jateng. Lockdown itu isolasi terbatas bukan lockdown sepenuhnya lockdown karena arus logistik masih jalan, arus antar provinsi masih jalan karena kita tahu bahwasanya tol di luar kota," katanya.

"Untuk logistik yang menghubungkan Jakarta, Jawa Tengah, Semarang dan seterusnya tidak ada yang terhenti, semua masih berjalan, sehingga dampak lalu lintas logistik boleh dikatakan nggak ada," tambahnya.

Dirinya justru mengapresiasi lockdown yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal. Menurutnya, yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat di sebuah kota ialah Wali Kota.

"Saya kira yang dianggap lockdown Wali Kota Tegal arus manusia, keluar masuknya warga Tegal dari dan luar kota Tegal, itu saya kira yang dimaksud lockdown. Kalau saya mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Tegal karena yang menjadi penanggungjawab kesehatan masyarakat sebuah wilayah, di sebuah kota itu wali kotanya, bupatinya," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup menggunakan beton. Langkah ini ditempuh untuk mencegah penyebaran corona.

"Kalau dilihat data, di Jakarta sudah ada 495 yang positif. Sementara banyak warga Kota Tegal dan sekitarnya yang merantau di Jakarta. Ini akan berpengaruh buruk untuk masyarakat Kota Tegal. Makanya, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya. Ada 49-50 titik akan ditutup menggunakan beton," kata Dedy Yon usai menggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda di Kantor Diskominfo Tegal, Kamis (26/03/2020).

img
BeJo@21
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU