Penggunaan Herbal untuk Hewan Ruminansia Meningkat di Era 4.0

  • Regional
  • 09 Des 2019 | 05:51 WIB
  • Oleh ADV
  • Dilihat 823 kali
image
Drh Mukhlas Yasi Alamsyah. (foto dok)

beritajowo.com, BOGOR - Sejumlah pakar kedokteran hewan belum lama ini tampil dalam Dalam Seminar Nasional Farmakologi dan Toksikologi yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB. Seminar berlangsung di Kampus IPB Bogor. Mereka adalah drh Fadjar Sumping Tjatur Rasa PhD, drh Mukhlas Yasi Alamsyah, drh Ni Made Ria Isriyanthi PhD, Ir Suhaedi Sunarto MM, drh Lusianingsih, MM, drh Ayu Berlianty, dan drh Beni Halaludin.

Drh Mukhlas YA yang mewakili PT Eka Farma Semarang, selaku produsen perintis obat dan pakan hewan di Indonesia mengatakan, saat ini penggunaan obat farmasetik, terutama antibiotik pada ternak sangat dibatasi. Dengan adanya kajian tentang residu dan resistensi, tren penggunaan herbal di pengobatan pada hewan ruminans ia semakin meningkat.

"Mengapa demikian karena selain alasan praktis, mudah didapat, harga lebih murah, tapi juga khasiat herbal Indonesia sudah teruji untuk pengobatan," kata Mukhlas yang lulusan FKH Universitas Airlangga Surabaya ini.

Dalam siaran persnya Minggu (8/12), lebih jauh dia mengatakan, "Saya menggabungkan teknik pengobatan dengan medis, herbal dan alternatif sebagai cara pengobatan holistik sehingga kesembuhan lebih tinggi. Dan kebetulan PT Eka Farma, lebih dari 50 persen untuk  produk ruminansia, menggunakan herbal Indonesia sebagai bahan obatnya,"

Di era industri 4.0, peternak tradisional mengalami perubahan tingkah laku, terutama dalam penggunaan internet untuk menghubungi dokter hewan atau pun update info tentang peternakan, lewat aplikasi atau web.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU