Refleksi OlympicAD VI Mempraktekkan Pendidikan Multikultural di Muhammadiyah

  • Nasional
  • 05 Nov 2019 | 07:02 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 237 kali
image
Foto: beritajowo.com / dok

beritajowo.com / solo - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sukses dalam menyelenggarakan Olympic Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) Nasional VI Perguruan Muhammadiyah tahun 2019 yang berlangsung dari tanggal 26 s/d 28 Oktober 2019 di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah. Acara OlympicAD dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh pengurus Wilayah se-Indonesia.

OlympicAD Nasional VI merupakan ajang kompetisi bagi pengembangan bakat dan minat siswa Sekolah/Madrasah di seluruh wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.

Praktek Pendidikan Multikultural benar-benar terlaksana karena banyak peserta non muslim yang berasal dari kawasan Indonesia Timur ikut memeriahkan acara OlympicAD VI Muhammadiyah ini.

Ajang OlympicAD VI yang menyelenggarakan 21 lomba ini menghasilkan Jawa Tengah sebagai Juara Pertama dengan meraih 81 Emas, 79 Perak dan 78 Perunggu. Kemudian disusul Juara kedua dari Jawa Timur yang berhasil menyabet 57 Emas, 34 Perak dan 36 Perunggu serta Juara ketiga diraih Yogyakarta dengan meraih 45 Emas, 49 Perak dan 56 Perunggu.

Prof Dr Baedhowi, MSi selaku Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah mengatakan bahwa kegiatan OlympicAD ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, sementara untuk Tingkat Provinsi dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Melalui berbagai cabang lomba, peserta OlympicAD akan diuji kemampuan, gagasan, dan keterampilannya dalam memecahkan masalah, serta kemampuannya membangun jaringan dalam bidang pendidikan.

OlympicAD VI tahun 2019 ini mengambil tema “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan di Era Revolusi Industri 4.0.”

Pemilihan tema tersebut sebagai motivasi kepada para siswa dan guru Muhammadiyah untuk mewujudkan pendidikan Muhammadiy ah yang modern, unggul, mencerahkan-berkemajuan, dan holistik integratif.

"Makna holistik integratif, yakni mulai dari karakter, baca Al Qur'an, Pengetahuan, Olahraga dan Seni Baca Alqur'an. Di ajang OlympicAD VI ini, proses pembentukan karakter dibentuk, mulai dari Olah Raga, Olah Rasa, Olah Pikir dan Olah Hati," tegas Baedhowi.

“OlympicAD Nasional VI ini diamanahkan kepada Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dengan tempat penyelenggaraan di Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2019, diikuti oleh siswa-siswa dari Sekolah/Madrasah yang berprestasi dari seluruh provinsi di Indonesia, sebagai ajang kompetisi untuk meraih prestasi di Tingkat Nasional. Dua tahun yang lalu OlympicAD dilaksanakan di Lampung dengan Juara Pertama Jawa Timur, juara kedua Jawa Tengah dan juara ketiga dari Yogyakarta," ungkapnya saat ditemui di Solo (3/11)

Setiap cabang lomba diproyeksikan memberikan kontribusi secara signifikan bagi pengembangan bakat dan minat peserta OlympicAD. Ajang lomba yang diikuti siswa dan guru dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam berkompetisi secara sportif sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaannya. Beberapa cabang lomba dalam OlympicAD diharapkan memberikan efek positif dalam membina kemampuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dan guru.

Sementara, untuk kepesertaan diikuti oleh Pimpinan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) seluruh Indonesia, kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia, guru Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia, siswa Sekolah/Madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia.

"Mereka akan mengadu keahlian dan kemampuan dalam bidang Mata Pelajaran, olimpiade Kreativitas Siswa, olimpiade Guru dan Kepala Sekolah, olimpiade Sekolah, olimpiade Qur’an, turnamen Tapak Suci," pungkas Baedhowi.

img
BeJo@21
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU