Daerah Harus Kejar Ketertinggalan Transformasi Digital

  • Nasional
  • 02 Nov 2019 | 03:11 WIB
  • Oleh ADV
  • Dilihat 247 kali
image
Eko Nugroho MBA tengah memimpin FGD (foto dok)

Beritajowo.com, UNGARAN - Proses transformasi digital secara menyeluruh menjadi dambaan para guru dan kepala Sekolah TK di wilayah Desa Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pada Kamis (31/10) siang mereka mengikuti SmartPoint FGD (Forum Group Discussion) di Studio Dreamlight World Media (DWM), Ungaran.

Eko Nugroho MBA, Presiden Direktur DWM yang memandu jalannya FGD mengatakan, perkembangan transformasi digital edukasi di Indonesia terlalu cepat, dan mereka yang di daerah tidak bisa mengejar. "Maka FGD ini penting untuk mengajak 18 sekolah di Bandarejo yang jumlah muridnya sekitar 4 ribu itu bisa dijadikan percontohan di Indonesia. Hari ini adalah saatnya semua sekolah mengatakan 'yes' pada digitalisasi," kata Eko Nugroho.

Pada sesi sharing peserta, mengemuka berbagai pengalaman dan permasalahan proses digitalisasi di masing-masing institusinya. Mereka memiliki kesamaan kondisi, salah satunya sama-sama lemah dalam penyedian sarana dan prasarana yang memadai.

"Kami berharap digitalisasi bisa menyentuh semua bidang, bahkan termasuk dalam pembuatan ijazah, sehingga tidak manual lagi seperti yang selama ini terjadi. Tapi selama ini transformasi digitalisaisi yang ada sering terkendala adanya kesenjangan, yakni tenaga SDM dan digitalisasinya itu sendiri," kata Siti Nuryati, Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Assalamah, Ungaran mewakili para peserta dari 18 TK dan SD.

Menjadi pembicara dalam FGD itu Heru Tanaya (COO DWM), Bram Sefriady, Anny Purbowicahyani, dan Novi Prasetiawan.

img
BeJo@22
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU