Jateng Awasi Pengangkutan Ternak, Antisipasi Penyebaran ASF

  • Regional
  • 16 Okt 2019 | 07:16 WIB
  • Oleh ADV
  • Dilihat 378 kali
image
Drh Abdul dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah. (foto dok)

Beritajowo.com, UNGARAN - Meski belum terindikasi adanya virus African Swine Fever (ASF) di Indonesia, tapi penyakit eksotik pada babi ini telah penyebabkan keresahan para peternak di Jawa Tengah. "Karena apapun, Jateng salah satu penyangga kebutuhan daging babi untuk provinsi yang lain. Maka posisi ini harus dipertahankan untuk kesejahteraan warga di Jateng,"

Demikian dikatakan drh Abdullah, Kabid Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah di sela Seminar Srategi Antisipasi Penyebaran Virus African Swine Fever (ASF) di Studio Dreamlight World Media, akhir pekan lalu.

Pada seminar yang diselenggarakan Asosisasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Jateng dengan Dreamlight World Media dan PDHI (Perhimpuna n Doker Hewan Indonesia) itu, Abdullah menandaskan, harus ada pengawasan, penyamaan persepsi dan pola pandang bagaimana mengantisipasi agar ASF tidak masuk ke Jateng.

"Harus diingat, Jateng memiliki 10 pos lalulintas ternak yang memeriksa semua ternak, termasuk babi. Kami khawatir jika kendaraan pengangkut  ternak ini tidak melalui jalur yang umum. Misalnya jika lewat jalan tol saja, sudah tidak terpantau. Maka dinas akan memperketat izin pengangkutan ternaknya di kabupaten/kota,"

Untuk antisipasi ASF, maka dilakukan biosekuriti, yaitu melalui isolasi/pemisahan, sanitasi, pengandalian lalulintas, pengendalian hama, dan pembuangan bangkai babi. Virus ASF pertamakali ditemukan di Kenya, Afrika pada 1921 dan belum ada obat dan faksinnya tapi tidak menimbulkan efek infeksi ada manusia.

img
BeJo@22
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU