Pameran Kartun Nasional, Sarana Kritik Berbalut Humor

  • Regional
  • 12 Agu 2019 | 03:37 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 153 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / semarang - Sebanyak 50 kartunis mengikuti Pameran Kartun Nasional yang digelar Kelompok Kartun Kaliwungu (Kokkang) di lapangan fustal objek wisata Tirto Arum Baru pada 10 – 12 Agustus 2019. Berbagai pesan disampaikan dalam gambar karikatur tersebut.

Seperti kartunis Djoko Susilo asal Kaliwungu. Dia memamerkan sejumlah karya antara lain gambar sejumlah orang dengan berbagai latar belakang berteduh di bawah payung warna merah putih. Sementara diluarnya terdapat gambar sejumlah monster yang menyeramkan.

‘’Gambar tersebut bermakna Indonesia sebuah payung yang melindungi masyarakat dengan berbagai latar belakang suku dan agama dari segala ancaman seperti hoaks, koruptor, intoleransi, dan lain sebagainya,’’ kata dia.

Gambar lain yakni sejumlah warga sedang merajut bendera merah putih yang di dalamnya terdapat gambar peta negara Indonesia. ‘’Kalau itu maksudnya mengajak masyarakat kembali bersatu paska Pemilu 2019,’’ tambahnya.

Deputi IV Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo, mengatakan, kritik merupakan pesan yang dapat ditampung. Pemerintah sekarang bukan pemerintah yang alergi terhadap kritik. Penyampaian kritik melalui media kartun memberikan nuansa berbeda dalam penyampaian kritik, karena dalam pesan yang disampaikan berisi makna teguran yang diwarnai dengan nuansa humor.

‘’Tema ini sangat bagus, karena merespon situasi akibat situasi politik yang penuh dengan ujaran kebencian dan fitnah. Kritik bukan ujaran kebencian, kritik bukan hoaks. Kritik melalui gambar kartun menjadi semacam jamu buat pemerntah,’’ tuturnya.

Ketua Kokkang, Totok Haryanto,  menjelaskan, pameran bertema Merajut Indonesia, karena pihaknya ingin menyatukan kembali bangsa Indonesia paska Pemilu 2019. Sekarang sudah tidak ada lagi 01 dan 02, tetapi yang ada 03, yakni persatuan Indonesia. ‘’Pemilu 2019 sudah selesai. Tidak ada lagi perbedaan yang bisa menimbulkan perpecahan. Semua harus bergandeng tangan untuk merajut Indonesia,’’ kata dia.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU