AXA Mandiri Gandeng Guru Paud Olah Limbah Jadi Permainan Edukatif

  • Regional
  • 04 Jul 2019 | 12:17 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 251 kali
image
Foto:istimewa

beritajowo.com / SEMARANG- Axa Mandiri bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) cabang Semarang menggelar kegiatan pemanfaatan bahan dari lingkungan untuk alat permainan edukatif. Kegiatan gtersebut difokuskan pemanfaatan sampah plastik untuk di daur ulang. Workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif dari limbah plastik digelar untuk para pengajar PAUD  di Himpunan PAUD Indonesia Taman Belia Candi Jl. Singotoro, Semarang, Selasa (2/7).

Mereka diajarkan cara memanfaatkan limbah botol plastik bekas air mineral menjadi sejumlah alat edukatif yang bermanfaat bagi pendidikan anak usia dini.

Direktur PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) Eddy Alfian mengatakan kegiatan tersebut bentuk komitmen Axa Mandiri peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, jumlah limbah plastik terus mengalami peningkatan. Tahun 2015 mencapai 1,3 miliar ton per tahun dan diperkirakan tahun 2025 akan mencapai 3,3 miliar ton per tahun.

 “Sampah plastik yang terus menumpuk membuat AXA terus mengkampanyekan peduli plastik salah satunya memulai mengurangi penggunaan botol air mineral dan menggantikannya menggunakan tumbler yang dapat dipakai kembali. Untuk mempersiapkan generasi mendatang yang sadar lingkungan kami memberikan pelatihan kepada guru Paud agar dapat mengedukasi anak-anak usia dini,”jelasnya.

Dalam kegiatan bertajuk “ Kita Bisa” tersebut, pihaknya juga menggelar di Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta.

Loading...
Composite End --> p>

Komitmen untuk peduli dengan lingkungan juga ditunjukkan AXA Mandiri dengan tidak menjangkau perusahaan yang kurang peduli lingkungan. Saat ini, menurut Eddy beberapa perusahaan pertambangan tidak menjadi prospek untuk ditawarkan produk-produk dari AXA.

" Ini telah menjadi bagian komitmen kami dalam kepedulian melestarikan lingkungan bahkan dari sisi bisnis, kinerja dan sosial," jelasnya.

Sementara itu Guru Besar Teknologi Pangan Unika Soegijapranata Prof Budi Widianarko mengatakan limbah plastic sangat membahayakan bagi kelestarian lingkungan, termasuk mahluk hidup disekitarnya.

" Limbah plastic yang dibuang di laut atau sungai bisa menjadi mikro plastik yang larut dalam air. Ini juga akan berdampak pada makhluk hidup di air tersebut dan tentunya akan berdampak pula bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsi ikan di air tersebut dalam jangka panjang," jelasnya.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan  Axa Mandiri adalah sangat tepat dengan melakukan pembinaan generasi yang akan datang.

“ Mengedukasi anak usia dini tentang potensi limbah plastik tentu akan lebih efektif daripada mengedukasi mereka yang sudah berusia produktif. Kemudian untuk langkah Axa yang tidak menawarkan produknya kepada pabrik-pabrik pertambangan, atau yang berpotensi merusak lingkungan adalah sebuah langkah berani menunjukkan komitmennya menjaga lingkungan. Jika ini diikuti dan dilakukan perusahaan lain tentunya ini akan memiliki dampak positif bagi kelestarian alam ," pungkasnya. 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU