Ekonomi Indonesia Melemah Bukan Imbas Perang Dagang AS - China

  • Nasional
  • 14 Jun 2019 | 00:26 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 245 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / JAKARTA - Komisi V DPR-RI tidak sependapat dengan pemerintah yang mengatakan ekonomi turun gara-gara perang dagang. Hal itu mengemuka pada rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6).

Anggota Komisi V Bambang Haryo Soekartono menjelaskan, dari perang dagang AS-China tersebut sebenarnya ada banyak industri manufaktur di China yang terdampak dengan adanya pajak impor yang diberlakukan Amerika sebesar 30 persen.

Bila dikatakan perang dagang AS-China penyebab ekspor Indonesia menurun sebenarnya tidak benar karena ekspor Indonesia ke Amerika mengalami kenaikan.

“Saya sampaikan, tahun 2014 nilai ek spor Indonesia ke AS sebesar 16 milyar USD dan di tahun 2018 mencapai 18,4 miliar USD. Sedangkan ekspor Indonesia ke China 2012 sebesar 18,4 miliar USD. Di 2018 mencapai 27,13 miliar USD. ”Jadi apa yang dikatakan Menteri Keuangan dan Menko Ekuin itu tidak benar," ujar Bambang HS dalam siaran persnya Kamis (13/6).

Menurut Bambang, sebenarnya perang dagang tersebut mengorbankan China tetapi memberi peluang terhadap negara ASEAN termasuk Indonesia.

Vietnam saat ini hanya mempunyai 14 juta tenaga kerja sedangkan Indonesia memiliki 200 juta tenaga kerja serta bahan baku yang cukup banyak. Jadi sebenarnya peluang Indonesia lebih besar daripada Vietnam.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU