Kyai Tholhah Hasan Mantan Menag Meninggal Dunia

  • Info Publik
  • 29 Mei 2019 | 15:17 WIB
  • Oleh twitter
  • Dilihat 368 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / semarang - Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun. Kabar duka menghampiri kita pada Ramadan ini. Kiai Tholhah Hasan, salah satu intelektual santri terbaik di negara ini telah kembali ke hadirat ilahi.

Muhammad Tholhah Hasan adalah sosok seorang kiai organistatoris yang sangat berkompeten. Beliau juga termasuk salah seorang yang memiliki sanad ke-ilmuan secara langsung kepada KH. Hasyim Asy’ari. Kiai Tholhah juga salah seorang pemikir sekaligus praktisi dalam bidang ilmu wakaf. Beliau merupakan seorang pendidik yang mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat dan para tokoh karena etos kerja dan pola hidup zuhudnya.

Kiai Tholhah lahir dalam keadaan lingkungan yang religius. Masa remajanya beliau habiskan untuk tinggal dan menggali ilmu di lembaga pendidikan pesantren. Pendidikan pesantren telah menjadi identitas yang melekat dalam dirinya, sehingga beliau besar menjadi sosok yang alim dalam bidang ke-Agamaan dan juga memiliki concern dalam pemberdayaan dan kesejahteraan umat.

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat desa Sedayu Lawas pada masa penjajahan Belanda, pasukan Indonesia datang menemui seorang kiai sepuh di desa tersebut, berkunjungnya pasukan Indonesia ke kediaman kiai tersebut guna untuk meminta doa atau wiridan, kiai sepuh tersebut bernama kiai Abu Hasan, selain ahli ilmu kanuragan, beliau juga ahli dalam ilmu pengetahua n agama Islam, yang mana pada sore dan malam hari beliau mengajar kitab suci Alquran dan juga mengajarkan kitab-kitab kuning kepada warga.

Selama mengarungi bahtera rumah tangga, Kiai Abu Hasan dan Nyai Wuriam memiliki satu orang putra yang kemudian diberi nama Tholhah oleh Kiai Abu Hasan, Tholah sendiri adalah anak kandung dari Kiai Abu Hasan dari istrinya yang pertama sebelum menikah dengan Nyai Wuriam.

Dalam usianya yang relatif muda, Tholhah telah menjadi tokoh panutan orang-orang desa Sedayu Lawas. Waktu itu, ia menggerakkan anak-anak muda untuk selalu berpikir kritis dan memikirkan nasib yang terjadi di Negeri ini. Ia mengajak pemuda-pemuda Sedayu Lawas untuk memantau perkembangan politik yang sedang berlangsung dengan mendiskusikan tulisan-tulisan yang ada di majalah MIA. Ia juga dikenal oleh penduduk Sedayu Lawas sebagai salah seorang tokoh pemuda yang membidani kelahiran organisasi Anshor di Sedayu Lawas.

Ketika menjelang dewasa, Tholhah dinikahkan dengan Anis Fatma yang sebenarnya masih sebagai saudara dekatnya sendiri. Anis Fatma adalah keponakan dari Nyai Wuriam yang sekaligus sebagai anak angkat beliau. Anis Fatma adalah anak dari Nyai Suwarni dengan Raden Sudiyo, Nyai Suwarni sendiri adalah kakak kandung dari Nyai Nyai Wuriam. Dalam perkawinan Tholhah dengan Anis Fatma, mereka dikaruniakan seorang putra yang diberi nama dengan Muhammad Affan Mufti.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU