Harga Minyak Dunia 16 Mei 2019

  • Internasional
  • 16 Mei 2019 | 11:20 WIB
  • Oleh Metrotvnews
  • Dilihat 336 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // new york - Harga minyak dunia naik pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena kekhawatiran investor terhadap pasokan global mengimbangi peningkatan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah komersial AS naik tajam 5,4 juta barel minggu lalu.

Mengutip Xinhua, Kamis, 16 Mei 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik USD0,24 menjadi di USD62,02 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik USD0,53 menjadi ditutup pada USD71,77 per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan yang berakhir 10 Mei, persediaan mencapai 472 juta barel, sekitar dua persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

Namun investor global tetap cukup khawatir tentang serangan pesawat tak berawak di dua stasiun penguat pipa minyak Arab Saudi, yang dikonfirmasi oleh pemasok minyak terkemuka dunia pada Selasa.

Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengutuk serangan itu sebagai tindakan terorisme yang menargetkan pasokan minyak global dan bertujuan untuk mengacaukan pasokan energi intern asional. Pipa Timur-Barat sepanjang 1.200 kilometer membawa minyak mentah dari ladang minyak utama Arab Saudi ke kota pelabuhan Laut Merah Yanbu di barat.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 115,97 poin atau 0,45 persen menjadi 25.648,02 poin. Demikian pula dengan Indeks S&P 500 melonjak 16,55 poin atau 0,58 persen menjadi 2.850,96 poin dan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 87,65 poin atau 1,13 persen, menjadi 7.822,15.

Bloomberg melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump siap untuk menunda keputusan tarif hingga enam bulan untuk menghindari negosiasi berlebihan dengan Uni Eropa dan Jepang. Saham pun naik di tengah berita tersebut dan memangkas kerugian sebelumnya.

Di sisi ekonomi, rilis data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran bahwa prospek perdagangan global yang memburuk akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Departemen Perdagangan mengemukakan penjualan ritel Amerika Serikat turun 0,2 persen pada April, dimotori penjualan yang lemah pada mobil dan bahan bangunan. Angka tersebut lebih rendah dari kenaikan 0,2 persen yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

img
BeJo@22
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU