Produsen Obat Hewan Agar Jalankan CPOHB Sesuai Regulasi

  • Nasional
  • 19 Apr 2019 | 03:47 WIB
  • Oleh BBC
  • Dilihat 320 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com ) semarang - Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) mengakui masih memiliki sejumlah PR (pekerjaan rumah) terkait dengan penjagaan kualitas produk. Anggota asosisasi menyatakan bahwa wajib hukumnya untuk mematuhi aturan, menyusul masih banyak laporan, bahwa antibiotik kategori terlarang masih banyak beredar.

Kondisi itu adalah PR semua produsen untuk menggalakkan produksinya dengan menjalankan usahanya sesuai regulasi yang berlaku. Jika memang belum mendaftar CPOHB (Cara Pembuatan Obat Hewan Yang Baik), pihak asosiasi wajib mengatahui faktor apa yang menjadi kendala, sehingga bisa tahu permasalahannya.

"Saat ada 19 produsen yang belum ter-CPOHB, kalau sudah memiliki itu maka akan terjaga mutu yang baik dan memiliki daya saing kuat di masyarakat. Silakan konsultasi, dan kami akan siap membantu. Dan bag i yang sudah ter-CPOHB harus dipertahankan," kata drh Irawati Fari dalam Seminar Antimikroba dengan tema Peran Produsen Obat Antibiotik Hewan Terhadap Pengendalian AMR.

Seminar berlangsung di Jakarta belum lama ini, selenggarakan oleh Komite Pengendalian Resisten Antimikroba Kementerian Keseharan RI. Acara diikuti oleh para produsen obat hewan dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Jogja, Surabaya, Tasikmalaya, Manado, Bandung. Dari Semarang diwakili oleh PT Eka Farma selaku pelopor obat hewan di Indonesia. 

Daniel Jefferson Siahaan mewakili PT Eka Farma Semarang dalam siaran persnya Kamis (18/4) mengatakan, acara itu hadir Ketua Komisi Pengendalian Resistensi Antimikroba Dr Hari Paraton SPOG yang menyoroti dari sisi kesehatan manusia. Ia dalam kesempatan itu ia memberikan pemahakan isu-isu global dari sisi kesehatan manusia.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU