Game of Thrones Tak Sesuai dengan Fantasi Kolosalnya

  • Internasional
  • 13 Apr 2019 | 09:45 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 341 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Amerika Serikat - Masih ingat beberapa tahun lalu saat saya akhirnya menonton serial Game of Thrones (GoT) untuk pertama kalinya, setelah dibuat penasaran melihat orang-orang terdekat begitu terobsesi dengan serial tersebut. And here I am now with the same obsession, as big as theirs.

Namun, sebelum akhirnya terobsesi dan menjadi satu dari jutaan die hard fans GoT, ada momen di mana saat season  1, karena tak ada satu pun adegan peperangan yang ditampilkan.

Padahal dari cuplikan dan gambar-gambar di internet yang saya lihat, GoT merupakan serial fantasi kolosal layaknya The Lord of The Rings. Harusnya banyak dong adegan pertempurannya.

Setiap tokoh-tokohnya dikisahkan akan menghadapi perang, saya langsung dibawa ke adegan usai perang, di mana puluhan mayat tergeletak di lokasi yang porak poranda. Adegan pertempurannya sendiri tak pernah ditampilkan di Season 1.

Belakangan diketahui bahwa sebelum menjadi sebesar sekarang, di awal-awal penayangannya, serial yang terinspirasi dari novel karya George R. R Martin berjudul A Song of Ice and Fire itu belum memiliki bujet untuk menampilkan adegan perang, dengan ratusan pemeran tambahan dan Computer-Generated Imagery (CGI) keren.
Bahkan baru-baru ini salah satu pemerannya, Maisie Williams (Arya Stark) mengungkapkan, saat proses syuting Season 1, para aktor GoT harus rela menginap di holiday inn, bukan hotel bintang lima seperti artis-artis Hollywood pada umumnya.

Meski menggandeng sejumlah aktor kawakan dengan nama besar di dunia perfilman, seperti Sean Bean (Eddard/Ned Stark) dan Iain Glen (Jorah Mormont), namun mayoritas aktor yang terlibat di serial ini merupakan aktor-aktor muda yang baru melakukan debut di GoT. Bahkan tak sedikit dari mereka yang masih berusia belasan tahun. Termasuk Maisie, Sophie Turner (Sansa Stark) dan Isaac Hempstead Wright (Bran Stark).

Saat proses produksi beberapa season awal, GoT pun para pemerannya masih tertangkap kamera sering bepergian naik subway di negara asal mereka, seperti masyarakat pada umumnya. Dan mereka bisa naik subway dengan nyaman tanpa dikerubuti fans. Itu karena GoT memang baru populer ketika telah memasuki Season 4.

Tetapi tanpa bujet besar sekali pun, serial ini mampu membuat penonton terkesima deng an alur ceritanya yang menarik, menegangkan, membuat penasaran, penuh dengan kejutan serta membangkitkan tangis serta amarah penonton karena kematian karakter-karakter utamanya yang tragis dan mengagetkan. Semakin hari semakin banyak orang yang setia menonton episode demi episode, season demi season.
Seiring dengan melejitnya popularitas GoT, serial ini pun semakin menambah bujet produksi. Adegan peperangan pertamanya, Battle of Blackwater terjadi di Season 2 Episode 9. Diikuti dengan sejumlah pertempuran epik penuh CGI mengagumkan dan melibatkan ratusan orang di season-season berikutnya.

Sebut saja The Watchers on the Wall (S4E9), Hardhome (S5E8), The Dance of Dragons (S5E9), Battle of the Bastards (S6E9), Stormborn (S7E2), The Spoils of War (S7E4), dan Beyond the Wall (S7E6) yang layak disandingkan dengan adegan peperangan film layar lebar.

Dua hari lagi, Season ke-8 sekaligus terakhir GoT akan tayang perdana di Asia pada waktu yang sama dengan Amerika Serikat, yakni Senin, 15 April pukul 08.00 WIB, dengan penayangan ulang pada hari yang sama pukul 21.00 WIB di HBO. Lima episode selanjutnya tayang setiap Senin pada waktu yang sama.

Jutaan pasang mata akan menyaksikannya di televisi maupun secara online streaming. Ya, delapan tahun kemudian sejak pertama kali tayang pada April 2011, GoT bukan hanya menjadi the most highly anticipated events dalam sejarah pertelevisian, namun juga bagian besar dari pop culture.

Dari rilis yang diterima VIVA dari HBO, Jumat, 12 April 2019, serial fenomenal ini telah disiarkan di 207 negara. Jumlah penonton di AS selama tujuh season mencapai lebih dari 130 juta. Dengan lebih dari 100 lisensi secara global, GoT pun menjadi tayangan dengan lisensi terbanyak dalam sejarah HBO.
Delapan season-nya juga difilmkan di sepuluh negara, yakni Irlandia Utara, Republik Irlandia, Maroko, Malta, Spanyol, Kroasia, Islandia, Amerika Serikat, Kanada, dan Skotlandia. Ada 50 lokasi syuting di Irlandia, termasuk 49 di Irlandia Utara dan satu di Republik Irlandia.

Selama tujuh season, GoT juga telah meraih total nominasi 132 Emmy dan 47 kemenangan, tujuh nominasi Golden Globe dan satu kemenangan, 18 nominasi SAG Award dan tujuh kemenangan, 17 nominasi Critics’ Choice Award dan satu kemenangan serta memenangkan tujuh AFI award.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU