Buoati Wihaji Bertekad Jadikan Batang Magnet Pariwisata dan Investasi 

  • Regional
  • 08 Apr 2019 | 15:03 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 355 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / BATANG- Pariwisata dan investasi akan menjadi dua sektor yang menjadi fokus pembangunan Pemkab Batang. Ke depan, Batang akan didesain menjadi kekuatan baru di sektor pariwisata dan investasi. Hal tersebut dikatakan Bupati Wihaji menyambut Hari Jadi Kabupaten Batang ke 53, Minggu (7/4).

'' Pariwisata dan investasi merupakan dua kekuatan yang akan kita gerakan untuk mendorong kemajuan Batang. Karena itu tema Hari Jadi Kabupaten Batang ke 53 tahun ini adalah ayo terus investasi dan piknik ke Batang,'' katanya. 

Menurut dia, pariwisata adalah sektor ini sebelumnya menjadi prioritas. Padahal Kabupaten Batang memiliki potensi besar untuk menjadi daerah maju dengan kekuatan pariwisatanya. Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora), tercatat sedikitnya ada 63 spot wisata yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Batang. Baik wisata alam, wisata religi, budaya, olahraga maupun yang bersifat adventure atau petualangan. Karena itu, Pemkab Batang sekarang sedang berkonsentrasi melakukan pengembangan sektor pariwisata melalui Visit to Batang 2022.

'' Peta jalan menuju kesana sedang kita lakukan. Kita berharap ke depan Batang menjadi daerah tujuan pariwisata. Selain itu juga masuk dalam peta daerah utama yang ingin dikunjungi wisatawan. Berbagai program sedang terus kita kembangkan. Salah satu nya dengan  paket 4 Si yang menjadi prioritas tahun ini. Yakni Pantai Sigandu berupa wisata pantai, Bukit Sikuping wisata olahraga dan petualangan, Sikembang wisata pegunungan dan Silurah wisata budaya serta sejarah,'' katanya. 

Terkait investasi, Bupati Wihaji mengungkapkan, Batang ke depan akan diarahkan menjadi magnet investor. Ini karena potensinya sangat besar yang tidak dimiliki daerah lain. Seperti kehadiran PLTU berkapasitas besar 2x1.000 megawatt yang merupakan terbesar di Asia Tenggara, pelabuhan niaga, jalan tol, sampai keberadaan Stasiun Batang yang sudah berhasil direaktivasi. Sebentar lagi, kata Wihaji, Perda  Nomor 7 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah  Kabupaten Batang akan direvisi. Begitu ini selesai, maka Batang akan dibanjiri oleh investor yang akan masuk ke Batang. 

'' Kita telah menyiapkan kawasan industri ada di lima kecamatan. Meliputi Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih, Gringsing dengan luas lahan mencapai 5.000 hektar. Semua sudah siap. Setelah revisi Perda RTRW rampung, maka Batang akan menjadi daerah tujuan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah dan masyarakat Batang harus menyiapkan diri karena akan ada perubahan setelah banyaknya investor yang masuk. Kita berharap ini akan bisa mendorong kemajuan daerah, pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi kemiskinan pengangguran,'' tegasnya. (H56) 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU