Reaksi Korut Pada Pidato Trump

  • Internasional
  • 10 Nov 2017 | 12:09 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 59 kali
image
foto. (istimewa)

Beritajowo.com? Korea Utara (Korut) bereaksi atas pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hadapan Majelis Nasional Korea.

"AS harus menggulingkan 'orang tua yang gila' itu dari kekuasaan dan menarik kembali kebijakan bermusuhan terhadap Korut sekaligus demi terbebas dari jurang malapetaka," tulis media resmi pemerintah Korut, KCNA, seperti dikutip dari express.co.uk pada Kamis (9/11/2017).

"AS lebih baik membuat pilihan yang tegas,jika tidak menginginkan bencana nuklir yang mengerikan dan malapetaka yang tragis."

Presiden Trump saat ini tengah berada di China, Trump diperkirakan akan mendesak Presiden Xi Jinping berbuat lebih banyak untuk menekan Korut agar? menghentikan program senjata nuklirnya.

Pada Rabu lalu waktu Seoul, di depan Majelis Nasional Korea, Trump mengatakan, bahwa dirinya tidak hanya bersuara untuk kepentingan AS tapi juga seluruh negara yang beradab.

Trump juga menegaskan sebaiknya Korut tidak meremehkan dan bermain-main dengan AS. Trump tidak akan membiarkan kota di AS terancam hancur dan tidak akan terintimidasi.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengimbau seluruh negara untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korut.

Dari pihak Korut yang diwakili salah satu pejabat setelah menyimak pidato Trump di Majelis Nasional korea, memberikan komentar melalui CNN.
Mereka (Korut) tidak peduli dengan apa yang diungkapan 'anjing gila' itu karena bagi mereka sudah cukup dan bukan hal penting.

"Amerika Serikat mengancam kami dengan kapal induk dan pengebom strategis, Mereka menantang kami dengan provokasi paling kejam dan merendahkan, tapi kami akan melawan ancaman tersebut dengan memperkuat keadilan untuk menyingkirkan akar penyebab agresi dan perang," tegas pejabat Korut.

Dalam pernyataan Trump yang disampaikannya saat berada di Seoul,Dia memang mengisyaratkan kemungkinan diplomasi untuk menyelesaikan krisis nuklir Korut.

Namun, hal itu hanya akan terwujud jika Pyongyang menghentikan tindakan provokatifnya, menyetop pengembangan rudal balistik dan menyetujui denuklirisasi.

Sebagian besar pengamat meyakini bahwa poin terakhir akan sangat ditentang Korut.

Seperti diungkap Michael Hayden,mantan Direktur CIA dan NSA, harapan agar?Korut mendenuklirisasi mendekati nol. Hayden menganggap Korut rasional dalam hal itu.

Korut melihat apa yang terjadi pada negara-negara yang meninggalkan progam nuklirnya dan tetap mempertahankan progam itu untuk kelangsungan rezim mereka.

Sebelum berpidato di hadapan Majelis Nasional Korea, Trump lebih dulu membuat pernyataan saat menggelar konferensi pers bersama dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Dalam konferensinya Trump mengatakan bahwa akan masuk akal bagi Korut untuk bernegosiasi dan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat mereka dan rakyat dunia.
Dan setelahnya ia merilis ucapan bernada ancaman.

"Kami mempertontonkan kekuatan yang besar dan saya rasa, mereka (Korut) paham bahwa kekuatan kami tak tertandingi. Kami punya banyak hal di mana kami berharap pada Tuhan untuk tidak pernah menggunakannya."

Sementara itu, Presiden Moon yang sejak awal menentang opsi militer atas krisis nuklir Korut menegaskan tak boleh lagi ada perang di Semenanjung Korea.

Terkait hal itu, Moon menganggap AS sangat membantu negaranya.
Moon mengatakan bahwa keunggulan kekuatan yang luar biasa berdasarkan aliansi Korsel-AS pada akhirnya akan membuat Korut menghentikan provokasi sembrono dan sampai pada jalur denuklirisasi.

img
BeJo@25
EDITOR

KABAR TERBARU