Bahar Bin Smith Ancam Jokowi,Pengacara : Hanya Luapan Emosi

  • Nasional
  • 15 Mar 2019 | 07:46 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 69 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Jakarta - Bahar bin Smith meluapkan emosinya kepada Presiden Jokowi. Terdakwa kasus penganiayaan itu mengancam Jokowi karena merasa tak mendapat keadilan.

Kalimat ancaman kepada orang nomor satu di Indonesia itu dilontarkan Bahar seusai sidang kasusnya yang beragendakan mendengar tanggapan jaksa terkait nota keberatan atau eksepsinya di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, kemarin.

Sambil berjalan meninggalkan ruang persidangan, Bahar mengucapkan kalimat ancaman dengan nada serius.

"Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar!" ucap Bahar sambil berjalan.

Bahar sempat terdiam sejenak sambil berjalan dikawal aparat kepolisian. Mulutnya kembali berucap dan melontarkan kalimat berupa ancaman kepada Jokowi.

"Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan," ucap Bahar.

"Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," kata Bahar menambahkan kalimatnya.

Pernyataan Bahar ini dianggap kuasa hukumnya sebagai luapan emosi Bahar. Pengacara Bah ar mengamini terkait ketidakadilan status hukum yang menjerat kliennya.

Pernyataan Bahar juga ditanggapi oleh istana. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai Bahar melakukan penggiringan opini.

Moeldoko menilai ancaman yang dikeluarkan Bahar kepada Jokowi tidak tepat. Sebab, apa yang dilontarkan Bahar membuat opini seolah kasus yang dialami Bahar merupakan intervensi dari Jokowi.

Moeldoko menegaskan Jokowi tidak pernah melakukan intervensi hukum. Sehingga, salah besar jika ada anggapan bahwa proses hukum yang dialami Bahar merupakan intervensi dari Jokowi.

"Presiden sama sekali tidak pernah intervensi atas persoalan-persoalan hukum. Jadi kalau seolah-olah dituduhkan karena Pak Jokowi, ini salah sasaran salah alamat itu, bahwa semua hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hukum tentunya," kata Moeldoko.

"Jadi presiden dalam konteks ini sama sekali tidak intervensi tidak ikut campur dan seterusnya atas proses hukum yang dijalani oleh saudara smith, jadi menurut saya tidak tepat," tandasnya.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU