Boeing Larang Terbang Armada 737 Max

  • Internasional
  • 14 Mar 2019 | 12:44 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 135 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Amerika Serikat - Boeing melarang terbang seluruh armada pesawat 737 Max setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines.

Produsen pesawat AS ini menyebut akan menangguhkan semua 371 pesawat Boeing 737 Max yang dimiliki.

Otoritas penerbangan sipil AS, Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan keputusan larangan terbang sementara pesawat-pesawat itu dibuat berdasar bukti baru serta data satelit.

FAA sebelumnya berkukuh tidak memberlakukan larangan terbang yang dilakukan oleh beberapa negara lain.

Sebelumnya diketahui Kecelakaan fatal terjadi pada hari Minggu di Addis Ababa, Ethiopia, menewaskan 157 penumpang.

Ini adalah kecelakaan fatal kedua yang dialami Boeing 737 Max 8 dalam lima bulan terakhir, setelah kecelakaan fatal Lion Air di Indonesia pada Oktober silam yang menewaskan 189 orang.

FAA memiliki tim yang menyelidiki bencana di lokasi kecelakaan Ethiopian Airlines, bekerja sama dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional.

Dia menambahkan bahwa bukti yang kami ditemukan di darat membuat pihaknya pola penerbangan sangat mirip dengan Lion Air.

Presiden Donald Trump pada awalnya mengumumkan bahwa FAA akan membuat perintah darurat.

Perintah darurat setelah adanya informasi baru dan bukti fisik diterima dari lokasi kecelakaan dan lokasi lain.

AS adalah negara terbaru yang menangguhkan Boeing 737 Max agar tidak terbang setelah negara-negara lain, termasuk Inggris, Uni Eropa, India, Cina dan Australia.


Sebelum pelarangan di berbagai negar,Kanada terlebih dahulu melarang terbang pesawat itu setelah menteri transportasi Marc G arneau mengatakan dia telah menerima bukti baru tentang kecelakaan tersebut.

Dia mengatakan bahwa data satelit menunjukkan kemungkinan kesamaan antara pola penerbangan pesawat Boeing 737 Max yang beroperasi di Kanada dan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh.

Dari isi Boeing,mengatakan bahwa pihaknya akan terus memiliki kepercayaan penuh pada keselamatan 737 Max.

Namun, perusahaan itu menambahkan bahwa setelah berkonsultasi dengan FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, mereka memutuskan untuk menghentikan penerbangan dengan alasan berhati-hati dan untuk meyakinkan masyarakat tentang keselamatan pesawat terbang.

Dennis Muilenburg, presiden dan kepala eksekutif Boeing, mengatakan jika pihaknya akan melakukan segala yang kami bisa untuk memahami penyebab kecelakaan dalam kemitraan dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi.

Sara Nelson, presiden Association of Flight Attendants-CWA, mengatakan Hidup harus selalu didahulukan.

Sara juga menambahkan merek juga dipertaruhkan. Dan merek itu bukan hanya berpengaruh pada Boeing namun juga Amerika.

Apa yang dimaksud Amerika dalam penerbangan internasional dan oleh ekstensi di dunia yang lebih besar secara lebih umum bahwa kita menetapkan standar untuk keselamatan, kompetensi, dan kejujuran dalam tata kelola penerbangan.

Saham Boeing naik menjadi $377 per saham setelah pengumuman ini.

Namun, nilai pasar perusahaan telah turun sekitar $26 miliar sejak kecelakaan di Ethiopia pada akhir pekan silam.

Southwest Airlines mengatakan pihaknya segera menghapus semua 34 pesawat dari layanan yang dijadwalkan.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU