Makin Menjanjikan, Harga Minyak Nilam Tembus Rp 600.000/Kg

  • Info Publik
  • 11 Mar 2019 | 13:45 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 115 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / BUMIAYU -  Harga jual minyak nilam pada Maret ini tembus Rp 600.000/kg dari sebelumnya Desember 2018, Rp 400.000/kg. Sejak awal tahun ini harga jual hasil produksi terus mengalami kenaikan. 

Salah seorang pengusaha minyak atsiri di Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, Ujang Muhaemin mengemukakan, harga jual minyak nilam Maret ini sudah Rp 600.000/kg. Harga tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada Desember 2018, Rp 400.000/kg. "Memasuki tahun 2019 harga mulai membaik.’’

Menurut Ujang yang Kades Terlaya itu, kenaikan harga diduga karena persediaan atau stok barang tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Menyusul kenaikan harga tersebut, Ujang mengaku beruntung karena masih memiliki stok produk yang belum dilepas ke pengepul."Sekarang ini momentum untuk jual karena harganya tinggi," katanya.

Ujang memprediksi harga minyak masih akan terus naik. Namun sayang, produksi tidak bisa digenjot dalam waktu yang cepat karena kendala bahan baku yang sulit diperoleh. Jika dulu kebutuhan bahan baku bisa dipenuhi dari petani di Bantarkawung dan Salem saja, kini harus mendatangkan dari wilayah Majenang, Cilacap.

"Kenaikan harga minyak nilam juga mengerek harga bahan baku. Tanaman nilam kering sekarang mencapai Rp 5.000/kg," ujarnya.

Usaha minyak nilam, Ujang menambahkan, pernah booming pada tahun 2007. Banyak pemain baru bermunculan di bisnis tersebut. Namun fluktuasi harga dan keterbatasan modal membuat mereka tidak mampu bertahan lama.

Satu per satu tumbang hingga sekarang jumlahnya bisa dihitung dengan jari."Harga tertinggi minyak nilam pernah mencapai Rp 1  juta/kg, sedangkan terendah Rp 200.000/kg. Dalam bisnis ini memang harus pandai-pandai melihat pasar," katanya.

Menurutnya, minyak nilam yang dihasilkan para penyuling di Kabupaten Brebes, rata rata di jual ke pengepul di Purwokerto. Dari pengepul lalu ke eksportir. "Bahan dasar parfum ini banyak di ekspor ke Amerika dan Eropa," katanya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU