Dinporapar Jateng Promosikan Borobudur Maraton 2019 ke Travel Agent Tokyo Jepang

image
foto: Istimewa

beritajowo.com / TOKYO - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah mempromosikan event tahunan Borobudur Maraton hingga ke Tokyo, Jepang. Pemprov ingin perhelatan tersebut menjadi ajang kegiatan kelas dunia dan melegenda. Nampaknya, keunikan dalam penyelenggaraan Borobudur Maraton menjadi daya tarik dan memiliki nilai jual di kalangan pelari International, khususnya di Jepang. 

"Kami paparkan nilai beda Borobudur Maraton dibandingkan maraton lainnya. Di antaranya ada pelibatan masyarakat secara utuh dan gayeng, termasuk kuliner dan kesenian tradisional di sepanjang rute lari," tutur Kepala Dinporapar Jateng Sinoeng Nugroho Rachmadi, saat dihubungi via telp atas kunjungannya ke Tokyo, Jumat (1/3) 

Dijelaskan, Jawa Tengah punya ikatan emosional historikal dan kultural dengan Jepang. Selain Borobudur sebagai candi termegah, juga ada lagu Bengawan Solo karya Gesang asli Jateng. 
Selain sport tourism, Borobudur Maraton juga memberi peran signifikan masyarakat sekitar Magelang dan generasi muda milleneal berperan nyata kreatif di depan 10 ribu runners dari 30 negara asing nantinya. 

"Even ini sekaligus panggungnya anak muda milleneal untuk unjuk kreasi dan merawat pemberdayaan masyarakat. Intinya musti gotong royong . Itu Pancasila banget," ujar mantan Kasatpol PP Jateng yang gemar bernyanyi tersebut. 

Dukungan penuh diberikan Bank Jateng dan Korporasi Media Massa Nasional serta Pemerintah Pusat melalui Kemenpar dan Kemenpora. Total hadiahnya cukup besar. 

"Kita punya target bisa diikuti 10 ribu pelari dari 30 negara. Evaluasi pada event 2018, uang yang dibelanjakan pelari sekitar Rp 19 Milyar.  Insya Allah pada 2019 kita upayakan bisa naik menjadi Rp 21 miliar," ungkap Sinung. 

Kehadiran Kadisporapar Jateng di Tokyo selain memaparkan tentang Borobudur Maraton juga mengikuti ajang Expo Tokyo Maraton dari 28 Februari hingga 2 Maret dan Friendship Run Tokyo Marathon. 

"Kami pakai baju adat untuk ikut lari seperti karnaval dalam promo session. Juga kami bagikan udeng blankon dan iket ala Jateng Gayeng. Mereka suka sekali dan antusias turut menggaet runners dari Jepang," tutur pejabat eselon II yang dikenal cukup gaul ini. 

Menurutnya, nama Jateng dan Indonesia harus terus dirawat dan digaungkan melalui sport tourism event. Selain itu juga musti disertai pelibatan aktif masyarakat, baik melalui karya maupun budaya. 
"Harus dirawat sinergi antarkita. Itulah sinkronisasi energi semua elemen bangsa. Itu yang dinamakan gotong royong," ungkap Sinung. 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU