Butuh Waktu 30 Hari untuk Hafal Juz 30

  • Info Publik
  • 25 Feb 2019 | 02:00 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 189 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - Allahummarhamna bil Quranwaja'al hulana imaaman wanuuron wahudan waroohmanAllahummadzakkirna min humma nasiiina wa'allim naa min huma jahilnawarzuqna tilaa watahu ana anlaili waatro fannaharwaja'ala hulana hujjatta, Yaa Rabbal 'alamiinBAIT-BAIT doa yang kini ngehit karena dimodifikasi menjadi lagu nasyid itu dilantunkan secara koor oleh 60 murid SMA Nasima yang Sabtu lalu (23/2) mengikuti upacara Khatmil Quran.

''Di luar jam pelajaran mereka memang wajib mengaji Alquran bahkan menghafalkannya juga,'' tutur Ustadz M Yusuf Al-Faruq, guru yang mengajar Alquran.

Selain Ustadz Yusuf ada Ustadz Wahyu Hidayat Silmi dan Ustadz Arfa Hariyanto.Setelah bait-bait doa khataman yang disenandungkan dengan nada-nada indah itu, suasana Aula Kaimana SMA Nasima Jalan Yos Sudarso no 17 Semarang tiba-tiba menjadi hening saat doa khatmil Quran dibacakan oleh M Ilham Azami, salah satu murid yang ikut diwisuda.

Hampir semua orang tua yang menyaksikan anaknya mengkhatamkan Alquran 30 juz pagi itu meneteskan air mata. Suasana syahdu berubah menjadi tangis haru saat anak-anak remaja itu dipersilakan turun dari panggung dan mencari orang tua masing-masing. Mereka mencium tangan dan saling berpelukan.Sesaat kemudian Ustadz M Yusuf Al-Faruq mengumumkan delapan nama siswa yang berhasil menghafal Juz Amma (Juz 30 Alquran) dengan baik.

Mereka adalah Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, Fakhrizain Nahla Nurfitriani, Aulia Shofi Permatasari, Natasya Nur Widya Lintang Haizza Mulya, Dian Pinastika Runikawati, Rays a Fatma dan Dhea Rihadatul 'Aisy. Atas prestasinya itu mereka mendapat piagam penghargaan dari Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Agus Sofwan Hadi.

''Untuk menghafal surat-surat pendek juz 30 atau Juz Amma, anak-anak butuh waktu 30 hari atau satu bulan,'' tutur Yusuf.

Menyanding Alquran
Memang upacara khatmil Quran biasanya mereka yang diwisuda tetap menyanding Alquran. Tetapi 60 remaja itu membaca ''Surat AlMulk'' kemudian disambung ''Wadduha'' hingga ''Al-Annas'' di luar kepala tidak menyanding Alquran.''Kami sungguh bangga atas prestasi mereka. Tidak hanya cerdas dalam bidang pelajaran tetapi dilambari ahlak Alquran,'' kata Ilyas Johari, Kepala SMA Nasima.

Suasana haru biru berubah menjadi canda tawa dan tepuk tangan saat mubaligh muda M Minanurrohman MAg menyampaikan tausiah. Sebelum berceramah soal keutamaan mengaji Alquran, Minan yang juga nasyid itu berkolaborasi dengan group rebana Merah Putih SMA Nasima menyuguhkan lagu ''Wahdana''.

Group Rebana ini berbeda dengan rebana pada umumnya, karena memadukan alat musik dari alat terbang rebana tradisional, dipadu dengan gamelan dan drum bass. Gamelan ditabuh tiga remaja yaitu Ivan Maulana, Abdurun Nafis Algibran dan Mohammad Faza Rohmat.

Sedang dua fokalisnya yaitu dua remaja putri Dila Nurul Rahmadani dan Dea Sasmaya. ''Alhamdulillah kehadiran kami bisa diterima masyarakat dengan baik,'' kata Romadhon, pelatih group Rebana Merah Putih.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU