Belajar di Lapangan, Berkirim Surat Murid TK ke Kantor Pos Besar

  • Regional
  • 22 Feb 2019 | 02:50 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 324 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / SEMARANG - Sebanyak 40 murid Taman Kanak-kanak (TK) Nasima belum lama ini mengunjungi Kantor Pos Besar Jalan Pemuda Semarang. Namanya anak-anak, sambil bermain mereka belajar dalam program kegiatannya pengenalan lingkungan dan profesi.

Siti Nur Afifah SPd, guru TK A Nasima sekaligus koordinator kegiatan menjelaskan, kegitan itu merupakan program rutin memberi variasi pembelajaran yang menyenangkan dan pengalaman belajar yang kontekstual.

 “Kegiatan belajar di lapangan seperti itu memberi warna lain dan pengalaman baru bagi anak. Mereka belajar dalam suasana yang berbeda. Pembelajaran seperti ini sangatlah tepat bagi anak usia dini. Apa yang dilakukan sesuai  dengan konsep pembelajaran kontekstual Contextual Teaching and Learning

(CTL),” kata Nur Afifah.

Menurutnya, konsep belajar CTL membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak. Selain itu mampu mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan di dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Pakai Jari

“Saya bisa menulis surat. Saya membuat pohon keluarga dengan mengecap pakai jari. lalu saya tempeli daun dari kertas. Saya tulis papa, mama, dan kakak di daun-daun itu.  Saya masukkan amplop. Saya tempeli perangko,” kata Nola, peserta didik TK A2 Nasima penuh ekspresi.

“Terus bersama ibu guru dan teman-teman saya bawa ke kantor pos. Di kantor pos saya dan teman-teman an tre. Mbak-mbak dan Mas-masnya ramah. Surat ditimbang dan distempel. Cepat sekali,” sambung Habibi, peserta didik TK A1 Nasima.

Dalam kegiatan pengenalan lingkungan tersebut peserta didik belajar seputar aktivitas di kantor pos. Anak-anak dikenalkan pada benda-benda pos sebagai salah satu perangkat komunikasi. 

Mereka antusias menyimak penjelasan Forta dan Taufiq, karyawan PT Pos Indonesia yang bertugas di Kantor Pos Besar Semarang. Anak-anak juga diajak berkeliling serta menyapa karyawan yang sedang bertugas di bidang pekerjaan masing-masing.

Dalam tinjauan pendidikan anak usia dini, melalui belajar di kantor pos ini anak bisa belajar melalui interaksi langsung dengan benda-benda dan ide-ide. Lingkungan baru di luar kelas memudahkan guru untuk menguatkan kembali konsep-konsep yang sudah diajarkan di dalam kelas. Selain itu lingkungan sebagai sumber belajar juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, sosial emosinal, dan intelektual.

“Contoh penguatan penguatan konsep-konsep itu diantaranya anak diberi kesempatan untuk mengirim surat, memasang prangko pada sampul surat, menyetempel, dan memasukkannya pada kotak surat. Selain itu anak juga bisa belajar konsep sebab akibat, prinsip-prinsip berkomunikasi, mengenal peralatan pos, benda-benda pos, konsep warna bentuk dan ukuran,  serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan petugas kantor pos. Alhamdulillah, anak-anak berhasil mengembangkan konsep-konsep baru dan mengembangkan kemampuan bahasanya secara optimal,” kata Nur Afifah.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU