20 Toko Pakaian Merek Terkenal di Australia Gulung Tikar

  • Internasional
  • 21 Feb 2019 | 17:32 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 375 kali
image
FOTO.(ISTIMEWA)

beritajowo.com // Australia - Sama dengan di beberapa negara lain, masuknya jaringan toko-toko pakaian internasional membuat toko pakaian Australia kalah bersaing dan karenanya bangkrut.

Sekarang ini hampir setiap bulan ada saja toko yang bangkrut, dan selama dua tahun terakhir lebih dari 20 toko yang sebelumnya dikenal sebagai merek terkenal di Australia gulung tikar.

Yang paling terbaru adalah Napoleon Perdis.

Toko-toko lain yang sudah tidak lagi berjualan asal Australia adalah Roger David, Marcs, Pumpkin Patch, Metalicus, Laura Ashley, Ed Harry, Top Shop, Toys"R"Us, Doughnut Time, Blockbuster Video, David Lawrence, Herringbone dan Rhodes & Beckett.

Selain toko-toko Australia tersebut ada juga beberapa toko lokal yang menggunakan nama internasional juga tidak mampu bersaing dan akhirnya bisnisnya berakhir.
Masalah yang terjadi adalah karena tingkat kenaikan upah dalam beberapa tahun terakhir di Australia tidak meningkat, sehingga konsumen menurunkan belanja mereka.

Selain itu juga masuknya beberapa toko asing besar termasuk Amazon dari Amerika Serikat membuat persaingan bisnis menjadi lebih ketat.

"Sudah tidak masanya lagi dimana kalau kita buka toko setiap hari, pembeli akan antre masuk ke toko kita." kata Terri Winter, pemilik salah satu toko barang-barang rumah tangga mewah, top3 by desig n.

Menurut Winter, keadaan ini masih akan memburuk lagi dalam beberapa tahun ke depan.

"Mereka mungkin masih bisa bertahan karena musim belanja semasa Natal kemarin, namun saya memperkirakan masih akan ada lagi yang bangkrut tahun ini."

Bangkrutnya toko-toko ini tidak hanya pada toko pakaian saja, walau yang paling banyak menimpa toko pakaian, dan mereka yang bergerak di industri tersebut tidaklah terkejut dengan hal tersebut.

Jaringan toko-toko pakaian internnasional yang disebut Kulmar adalah toko seperti H&M, Zara, Uniqlo, Sephora dan yang lainnya.

Saat di bisnis pakaian di Australia di tahun 2017 bernilai $AUD 19 miliar, dan penjualan di Zara, Uniqlo, H&M dan Amazon naik menjadi sepertiganya di tingkat $AUD 700 juta.

Ini berarti beberapa jaringan toko internasioanl ini menguasai 30 persen dari pasar pakaian di Australia.

Walau itu baru empat persen dari pasar ritel keseluruhan namun nilai $700 juta tersebut artinya mencaplok pasar toko-toko sebelumnya yang milik Australia sendiri.

Salah satu alasannya adalah bahwa toko pakaian Australia ketinggalan zaman dalam cara berpikir, di mana mereka selalu membagi mode pakaian dalam empat musim.

Sementara jaringan toko internasional bergerak lebih cepat, mereka menawarkan produk baru setiap beberapa minggu, bukannya setiap beberapa bulan.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU