Mahasiswa Bentuk Pokdarwis Masterplan Desa Wisata Ngopi Rejosari

  • Regional
  • 20 Feb 2019 | 14:38 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 312 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / GROBOGAN - Desa Rejosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Grobogan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan sehingga mampu menjadi roda penggerak perekonomian warga setempat. Lokasi yang strategis, yaitu terletak di sepanjang Jalan Lintas Purwodadi-Blora membuat desa ini banyak dilewati kendaraan setiap harinya. Desa Rejosari juga mempunyai cukup banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sangat berpotensi menaikkan perekonomian warga. Diantaranya tempe keripik, susu kedelai, anyaman bambu, kerajinan rajut, kue untir-untir, dan yang paling menjadi ciri khas sekalligus daya tarik utama dari Desa Rejosari adalah kedai kopi. 

Terdapat sekitar 12 kedai kopi yang tersebar di seluruh Desa Rejosari. Budaya kedai kopi di Rejosari konon awalnya dimulai oleh Kedai Kopi Mbah Dongkol, yang merupakan kedai kopi pertama dan tertua di Desa Rejosari. Meskipun Pengolahan biji kopi dilakukan langsung oleh para pemilik kedai kopi mulai proses sangrai hingga penggilingan. Dan setiap kedai kopi memiliki keunikannya masing-masing, seperti Kedai Kopi Mbah Dongkol terkenal dengan system self service dimana pembeli sendiri yang menakar sendok kopi dan gulanya, dan Kedai Kopi Mbok Darmi yang menyajikan Kopi Klothok yang sudah diseduh dengan racikan khas. 

Embung di Desa Rejosari saat ini hanya berfungsi sebagai tempat tadah hujan sebagai persediaan pengairan sawah saat musim kemarau. Hamparan sawah  disekitar embung menjadi potensi besar  parwisata dengan penambahan fasilitas disekitar embung sehingga akan berfungsi lebih optimal sebagai kawasan wisata yang menunjang pengembangan desa wisata.

Berdasarkan potensi tersebut KKN Tim I Universitas Dipone goro Tahun 2019 Desa Rejoasari yang beranggotakan enam orang,  terdiri dari berbgai program studi dan fakultas yaitu Ilham Ulinnuha (FT), Pramita Musonniva (FT), Susi Wulandari (FT), Zakiyah Darojah (FKM), Angelo Sefanya Ardida (FKM), dan Retno Sri Wahyuni (FISIP).

Pihaknya melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan konsep pembangunan jangka panjang melalui Master Plan Wisata NGOPI  Desa Rejosari. Master plan yang kami susun ini berisi tentang penjelasan desa wisata, komponen pariwisata, rencana pengembanga, rencana konsep, rencana tindak lanjut pengembangan desa wisata setiap tahun, bentuk pengelolaan dana, bentuk kegiatan.

"Setiap mahasiswa memiliki peran masing-masing. Mahasiswa FKM berperan dalam pemberiana edukasi dan monitoring pengolahan limbah ampas kopi yang dapat digunakan sebagai masker dan media tanam jamur tiram. Mahasiswa teknik berperan dalam mendesain ulang embung, membuat peta rute wisata, dan membuat desain pusat olej-oleh. Sedangkan mahasiswa FISIP berperan dalam pembuatan akun media sosial sebagai wadah mempromosikan Desa Wisata Ngopi,"terang Ilham, salah satu perwakilan mahasiswa.

Sedangkan untuk pelaksanaan program tersebut dalam jangka waktu  lima tahun kedepan. Dan nantinya akan dimonitoring perkembangan melalui pencapaian indikator setiapa tahunnya. 

"Adapun langkah awal pelaksanaan dari program kami ini adalah dengan identifikasi warung kopi, pembentukkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis)  dan Pemaparan Masterplan yang telah dibuat. Dengan pengembangan desa wisata ini diharapkan dapat mebantu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dan menjadi destinasi wisata dengan ciri khas unik di Kabupaten Grobogan,"imbuh Zakiyah. 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU