Fakultas Bioteknologi UKDW Ajak Budaya Guru Meneliti Di Sekolah  

  • Regional
  • 18 Feb 2019 | 07:22 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 224 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / YOGYAKARTA - Proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan potensi, kemampuan dan bakat peserta didik menjadi fokus utama dalam manajemen sekolah. Untuk mewujudkan tugas-tugas tersebut, sekolah diharapkan mampu menumbuhkan budaya dan ekosistem yang positif untuk proses pembelajaran, pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi peserta didik.
 
Sebab, menurut Djoko Rahardjo, Wakil Dekan III, Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, guru merupakan komponen penting di sekolah untuk pengembangan budaya dan ekosistem positif di sekolah. 

Sebagaimana tertuang dalam Undang Undang N0.14 tahun 2005, Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. 

Berdasar Permendiknas No 16 Tahun 2007, standar kompetensi guru terdiri dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

''Untuk mewujudkan itu, kami menjalin kerjasama dengan Dikpora dan Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia (AGPPI),'' ujar Djoko Raharjo disela-sela workshop metode penelitian untuk siswa dan guru menyalurkan minat dalam meneliti di Yogyakarta, kemarin. 

Oleh karena itu, lanjut dia, Fakultas Bioteknologi UKDW sebagai salah satu stakeholder dalam dunia pendidikan, berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui kerjasama dengan Dikpora dan Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia (AGPPI).

Kerjasama ini, kata dia, adalah menyelenggarakan workshop metode penelitian untuk siswa dan guru di lingkup Jateng dan DIY serta memberikan kesempatan bagi siswa dan guru menyalurkan minat dalam meneliti.

Program yang dirintis sejak tahun 2005, secara perlahan mampu mendorong tumbuhnya iklim meneliti di sekolah, meningkatnya kompetensi guru dan prestasi siswa. Tercatat ada beberapa siswa yang berpro ses melalui workshop metode riset, pendampingan penelitian dan lain sebagainya, mampu mengukir prestasi di bidang riset baik ditingkat nasional maupun internasional.
 
Berkaitan dengan itu, maka SMAN 2 Bantul dan SMAN 1 Jetis beserta 10 sekolah berinisiatif membangun kerjasama dengan Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta, untuk mengembangkan sekolah berbasis riset melalui kerjasama penyelenggaraan program pelatihan dan pendampingan penelitian, kewirausahaan dan Professor Visit.
 
Program kemitraan ini, menurut Djoko, diwujudkan dengan penyelenggaraan workshop dan pelatihan penyusunan proposal penelitian baik untuk siswa maupun guru. Workshop metode penelitian untuk siswa telah berlangsung pada tanggal 9 Februari 2019 di SMAN 2 Bantul diikuti oleh 80 peserta didik yang berasal dari 11 sekolah di kabupaten Bantul. 

Workshop metode penelitian untuk guru diselenggarakan kemarin di SMAN 1 Jetis, Bantul. Dalam pembukaan workshop, kepala sekolah SMAN 1 Jetis, Dra Yati Utami Purwaningsih, MPd menyampaikan, apresiasi kepada Fakultas Bioteknologi telah bersedia mendampingi guru-guru di Bantul untuk kembali membangun semangat meneliti, menulis dan menjadi teladan bagi siswanya. 

Materi workshop metode penelitian untuk guru meliputi metode penelitian bidang eksakta dan sosial, metode penelitian tindakan kelas dan penyusunan proposal penelitian yang diberikan oleh Tim Dosen Fakultas Bioteknologi dan Fakultas Bisnis UKDW, Dr Charis Amarantini, Dr Sisnuhadi dan Dr Das Salirawati dari UNY. 

Melalui pelaksanaan workshop dan pendampingan penelitian untuk siswa dan guru ini, diharapkan dapat memotivasi siswa dan guru untuk melakukan riset, tumbuhnya budaya meneliti di sekolah. 
 

Melalui kegiatan penelitian, siswa dan guru dapat mengembangkan kapasitas diri, membentuk karakternya yang disiplin, jujur, pekerja keras, cerdas, komunikatif, santun, pandai memanage waktu, berwawasan luas serta tumbuhnya sikap peduli terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU