Dinas Pariwisata Pemkab Bantul Segera Tata Pantai Paris

  • Regional
  • 18 Feb 2019 | 06:07 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 308 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / BANTUL - Sebelum lebaran kawasan pantai selatan khususnya Pantai Parangtritis, segera akan dilakukan penataan yang lebih baik lagi. Dengan harapan wisatawan yang berkunjung ke pantai andalan Kabupaten Bantul tersebut, terasa aman dan nyaman selama menyaksikan keindahan panorama pantai.

Berkaitan dengan itu Dinas Pariwisata Pemkab Bantul, menargetkan penataan kawasan Pantai Parangtritis akan selesai sebelum Lebaran tahun 2019. ''Kami segera akan melakukan penataan Pantai Parangtritis,'' kata Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Bantul, Kwintarto Heru, kemarin.

Pantai yang telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp 23 milyar pertahun ini, lanjut dia, saat ini kondisinya kumuh akibat banyak sampah dari sisa dagangan terutama kelapa muda dan banyaknya pemasangan payung yang tersebar di sepanjang pantai.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Bantul, Kwintarto Heru menyatakan, penataan kawasan pantai Parangtritis mendesak dilakukan agar tidak semakin kumuh dan 'semrawut' akibatnya membuat wisatawan semakin tak nyaman.

"Wisatawan datang ke pantai kan untuk melihat indahnya pantai bukan melihat payung yang di pasang dibibir pantai secara sembarangan," jelas Kwintarto. ''Dengan penataan nanti, diharapkan Pantai Parangtritis bisa lebih indah dan nyaman dipandang mata,'' katanya lagi.

Lebih lanjut Kwintarto mengatakan, prioritas penataan pada tahap awal adalah bagian selatan jalan konblok yang kini banyak dibuat kolam renang secara illegal oleh masyarakat setempat.

Kondisi demikian ini masih ditambah dengan banyak pedagang yang secara sengaja mendirikan warung dibawah rindangnya pohon cemara udang yang ada di sepanjang pantai tersebut.

"Ya memang enak dan rindang jika membangun warung semi permanen disekitar pohon cemara udang. Ta pi tau ndak itu sampah dari buah kelapa muda berserakan dan membikin kawasan itu kontor dan kumuh," ujarnya.

Mantan pejabat di Setwan DPRD Bantul ini mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan warga setempat termasuk para pedagang, pemilik kolam renang hingga pemilik tenda di tepi pantai untuk bersedia ditata demi kunjungan wisatawan yang tetap ramai namun tetap nyaman.

''Penataan tetap mengedepankan unsur kekeluargaan termasuk solusi kepada warga yang terkena penataan. Jangan sampai timbul gesekan,'' katanya. Kwintarto menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP Pemkab Bantul untuk memberikan surat peringatan pertama bagi pelaku usaha yang nantinya terkena penataan kawasan Pantai Parangtritis.

Kwintarto mengaku, sudah ada konflik antara pemilik motor ATV dengan pemilik payung dipinggir pantai karena jalur yang dilalui terhalang keberadaan payung termasuk juga dengan pemilik delman. "Ini saya dengar sendiri, sudah ada konflik karena berebut rejeki sesama pelaku wisata," ujarnya.

Sementara Suradal anggota Komisi B DPRD yang membidangi pariwisata, mendukung langkah dari Dinas Pariwisata yang akan melakukan penataan di kawasan Pantai Parangtritis karena memang kondisi kumuh dan memprihatinkan.

"Gimana mau wisatawan bisa bertambah, kalau kawasan itu memang kumuh. Mau lihat indahnya pantai terhalang dengan tenda-tenda milik warga yang disewakan yang ada di sepanjang pantai. Belum lagi banyaknya batok kelapa muda yang berserakan di pantai,'' katanya dengan nada bertanya.

Meski mendukung penataan, namun politisi PKB ini minta agar ada solusi bagi warga yang terkena penataan. Misalnya menyediakan lahan untuk melakukan usaha kembali, siapa tahu malah bisa lebih indah karena tertata. "Jangan asal gusur, namun ada solusi bagi warga yang terkena penataan,'' katanya. 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU