Pemanfaatan Mangrove Masih Belum Menyeluruh

  • Nasional
  • 18 Feb 2019 | 05:30 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 202 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / PATI -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati menggandeng sejumlah pihak memperkuat wilayah pesisir dengan memperkuat sabuk hijau, terutama pesisir yang rawan abrasi. Salah  satunya pantai pesisir di Kecamatan Dukuhseti diperkuat dengan sabuk hijau mangrove.

Kasi Penataan Lingkungan DLH Pati Eko Putranto mengatakan pesisir Desa Banyutowo, merupakan satu di antara sekian wilayah pesisir Dukuhseti yang rawan. Keberadaan tanaman mangrove sangat penting di pesisir Dukuhseti.

‘’Mangrove berfungsi sebagai pemecah gelombang laut dan mencegah abrasi," ujarnya di sela-sela kegiatan penghijauan di pesisir Desa Banyutowo, Sabtu (16/2).

Penanaman mangrove terus digalakkan, mengingat, banyak wilayah pesisir Pati belum terlindungi mangrove. Keberadaan mangrove tidak sebatas sebagai pemecah gelombang laut, namun dapat menghambat masuknya air laut ke tanah daratan (intrusi).

Mangrove juga memiliki fungsi ekologis. Mengingat, mangrove menjadi habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makan, atau berkembang biak.

Penanaman kali ini melibatkan PT Sinar Indah Kertas (SIK) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR),  menanam 4.000 batang mangrove dan 1.000 cemara laut.

DLH juga melibatkan masyarakat Banyutowo yang tergabung dalam Komunitas Tunggul Wulung. Selain menanam mangrove dan cemara laut, DLH memasang tempat khusus (gasebo) yang digunakan sebagai pengingat masyarakat untuk peduli konservasi pesisir, terutama mangrove. 

Sementara, Plan Manager PT SIK Didik Mudianto menyatakan, pihaknya memiliki komitmen kepedulian sosial dan lingkungan. Salah satu komitmen kepedulian lingkungan berupa penghijauan dan penanaman mangrove di kawasan pesisir. "Kami bersama masyarakat selalu melakukan aksi-aksi sosial dan lingkungan," katanya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU