3 Ketua Umum PSSI yang Tersandung Kasus

  • Nasional
  • 16 Feb 2019 | 17:22 WIB
  • Oleh SPC
  • Dilihat 140 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com / jakarta - Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian. Status tersangka disematkan kepada Joko lantaran dianggap berperan dalam merusak barang bukti terkait pengaturan skor.

Sebenarnya, bukan cuma Jokdri, Ketua Umum PSSI yang sempat tersandung masalah hukum. Ada dua pendahulunya yang juga sempat terjerat masalah hukum.

Nurdin Halid dan La Nyalla Mahmud Mattalitti adalah dua pendahulu Joko yang sempat tersandung kasus hukum.

Sosok Nurdin yang paling disorot. 16 Juli 2004, Nurdin ditahan karena terbukti bersalah dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Disusul, kasus korupsi distribusi minyak goreng.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat menyatakan Nurdin tak bersalah. Namun, Mahkamah Agung menganulirnya pada 13 September 2007. Dan putusan MA adalah Nurdin divonis dua tahun penjara.

Banyak rentetan kasus yang menjerat Nurdin dalam rentang waktu 2005 hingga 2007. Desakan mundur mulai muncul dan FIFA bersuara agar Nurdin turun. Pun, FIFA menegaskan bisa saja menjatuhkan sanksi karena secara statuta seorang pelaku kriminal tak boleh jadi Presiden Federasi Sepakbola Nasional.

Namun, Nurdin bersikeras tak mau mundur. Hingga akhirnya, massa mulai gerah dan menggelar aksi turun ke jalan. Nurdin baru lengser di 2011 dan Djohar Arifin yang jadi penggantinya.

Setelah Nurdin, ada La Nyalla yang terjerat kasus hukum. La Nyalla men jadi Ketua Umum lewat Kongres di Surabaya, 17 Maret 2015.

Selama setahun menjadi Ketua Umum PSSI, La Nyalla tak bisa tenang. Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI, hingga berujung sanksi FIFA.

Disusul, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang Industri Jawa Timur.

Terlibat kasus hukum, La Nyalla enggan turun. Padahal, sudah banyak suara yang mendesak diadakannya Kongres Luar Biasa demi pemilihan Ketua Umum baru.

Setelah ditahan polisi, La Nyalla akhirnya lengser. Kemudian, Edy Rahmayadi terpilih dalam Kongres Luar Biasa pada 10 November 2016. Sebulan kemudian, dalam persidangan, La Nyalla divonis bebas.

Usai La Nyalla, giliran Joko yang harus berurusan dengan Kepolisian. Joko menjadi tersangka, hanya 26 hari setelah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, menggantikan Edy Rahmayadi.

Joko memang tak bisa langsung mengurus sepakbola usai terpilih. Sebab, setelah Kongres di Bali, Januari 2019 lalu, Joko harus berhadapan dengan polisi dalam dugaan kasus pengaturan skor.

Beberapa kali, Joko sempat diperiksa. Hingga akhirnya, Satuan Tugas Antimafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia pada awal Februari 2019 lalu.

Dalam penggeledahan, Satgas menemukan adanya dokumen yang dirusak.Tiga orang dijadikan tersangka, sebelum Joko. Hingga akhirnya, Kamis 14 Februari 2019, Joko resmi dijadikan tersangka atas alasan perusakan barang bukti.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU