karnaval Jogja Dragon Festival Ramaikan Malioboro

  • Regional
  • 13 Feb 2019 | 02:00 WIB
  • Oleh Ig
  • Dilihat 304 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / yogyakarta - Belasan naga raksasa dari berbagai daerah di Indonesia, siap memeriahkan Jogja Dragon Festival (JDF) di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (16/2) mendatang. Festival dragon ini digelar dalam rangka Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang berlangsung dari tanggal 13 sampai 19 Februari 2019. 

Pekan budaya yang digelar komunitas Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) tersebut, dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2570 sengaja digelar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan agenda lebih beragam, selain JDF juga dibangun beberapa stand kuliner serta pendukung acara lebih banyak.  

Namun dari sekian acara menarik itu, ada salah satu yang paling ditunggu dalam event tersebut yaitu karnaval Malioboro Imlek Festival dan perlombaan Jogja Dragon Festival atau Festival Naga Barongsai yang digelar Sabtu (16/2) di sepanjang Jalan Malioboro.

Lebih dari 20 tim yang bakal menjadi peserta Jogja Dragon Festival. Sedangkan untuk karnaval diikuti 31 tim. ''Pada karnaval Jogja Dragon Festival kali ini, akan diramaikan tiga naga raksasa,'' kata Ketua Panitia PBTY XIV, Harry Setyo, kemarin. ''Dibanding tahun lalu, acara kali ini lebih meriah dan lebih marak,'' katanya lagi.

Tiga naga raksasa itu, adalah Naga Hijau asal Magelang, Jawa Tengah, dengan panjang kurang lebih 90 meter, Naga Jogja (pemegang rekor MURI tahun 2018) dengan panjang kurang lebih 165 meter, dan Naga Nusantara dari Tangerang dengan panjang 67 meter siap memeriahkan acara tersebut.

Selain menampilkan sejumlah naga raksasa, kranaval juga melibatkan enam reog raksasa asal Ponorogo, Jawa Timur. ''Kranaval akan kami gelar mulai sore hingga malam,'' katanya. ''Usai menyaksikan kranaval, masyarakat bisa langsung jalan-jalan di Kampung Ketandan tempat penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta,'' imbuhnya.

Di Kampung Ketandan, lanjut dia, selama tujuh hari berturut – turut mulai tanggal 13 sampai 19 Februari 2019 dari pukul 16.00 – 22.00 WIB akan diadakan pameran budaya di beberapa titik, yaitu di Rumah Budaya Ketandan dan Dreamlight.

Di Rumah Budaya Ketandan setiap hari akan ada pertunjukkan wayang Poetehi, sekaligus pameran kerajinan Wayang Poetehi dari para perajin kampung Guhdo, Jombang, Jawa Timur. ''Selain itu, juga ada workshop cara membuat wayang potehi. Bagi yang berminat bisa belajar disana,'' katanya.

Selama perayaan PBTY, pengunjung dapat mengikuti berbagai lomba yang berkait dengan kebudayaan Tionghoa, seperti lomba karaoke Mandarin, lomba melukis kepala wayang potehi, lomba Chinese Paper Cutting, lomba Kaligrafi Tiongkok, lomba mendongeng dalam bahasa Mandarin dan banyak lagi lainnya.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, merupakan kegiatan komunitas JCACC yang telah masuk kalender pariwisata Yogyakarta dan menjadi upaya Pemerintah DIY dan Kota Yogyakarta untuk memungkinkan masyarakat lebih mengenal budaya Tionghoa sembari berwisata. 

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU