Dikabarkan Tewas di Tahanan,China Liris Video Etnis Uighur

  • Internasional
  • 11 Feb 2019 | 12:12 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 230 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // China - Media pemerintah China merilis sebuah video pada Minggu (10/2) yang menampilkan seorang musisi etnis Uighur yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia di kamp tahanan.

Video yang dirilis China Radio International layanan bahasa Turki itu menampilkan musisi Abdurehim Heyit, yang menyebut dirinya berada dalam kondisi sehat.

Heyit, dalam video itu, juga mengatakan dirinya "dalam proses diinvestigasi atas tuduhan melanggar undang-undang nasional".

Peluncuran video tersebut berjarak sehari setelah pemerintah Turki mendesak China menutup kamp-kamp penahanan etnis Uighur berdasarkan kabar kematian Abdurehim Heyit.

Pada Sabtu (09/02), juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy mengatakan: "Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara", seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak ditahan berada "di bawah tekanan besar".

Ia juga mengatakan bahwa laporan tentang kematian Heyit "semakin memperkuat reaksi publik di Turki akan pelanggaran HAM serius di Xinjiang" dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres "untuk mengambil langkah efektif demi mengakhiri tragedi kemanusiaan" di sana.

K edutaan China di Ankara kemudian melansir tanggapan dalam lamannya yang menyebut tudingan Aksoy salah dan mendesak pemerintah Turki mencabutnya.

Nury Turkel, ketua Uyghur Human Rights Project yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan kepada beberapa aspek dalam video yang menampilkan musisi Heyit tampak mencurigakan.

Menurutnya, pemerintah China mampu merekayasa video mengingat kemajuan teknologi yang mereka miliki.

Ditambahkannya, pemunculan video soal kondisi Heyit menunjukkan pemerintah China merespons tekanan publik.

Organisasi pemerhati HAM Amnesty International mengatakan bahwa mereka sangat khawatir akan laporan tentang kematian Heyit.

Heyit terkenal sebagai pemain Dutar, instrumen dengan dua senar yang sangat sulit dikuasai. Pada suatu waktu, ia dipuja di seluruh China. Heyit belajar musik di Beijing dan kemudian tampil bersama kelompok seni nasional.

Penahanan Heyit dilaporkan berakar dari sebuah lagu yang ia mainkan, berjudul "Ayah".

Liriknya diambil dari sebuah puisi Uighur yang berseru kepada generasi muda untuk menghormati pengorbanan orang-orang sebelum mereka.

Tapi dua kata dalam lirik tersebut - "martir perang" - rupanya membuat otoritas China menyimpulkan bahwa Heyit menunjukkan ancaman teroris.

 

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU