Prancis akan Diskusi dengan Pemerintah Kurdi Sikapi Jihadis Asal Negaranya

  • Internasional
  • 07 Feb 2019 | 10:45 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 238 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Prancis - Pekan lalu, Prancis menyatakan sedang berdiskusi dengan pemerintah otonom Kurdi di Suriah untuk merepatriasi jihadis IS asal Prancis.

"Kami mempertimbangkan semua opsi untuk mencegah orang-orang yang berpotensi bahaya untuk melarikan diri dan menyebar," demikian dikatakan Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian.
Pemerintah Kurdi di Suriah mengatakan, mereka tidak mampu menangani beban menahan jihadis asing dan rehabilitasi perempuan yang tidak berperang serta anak-anak. Pihak berwenang Kurdi mengungkap, beberapa jihadis asing sangat berbahaya. Mengingat situasi di kawasan tidak stabil, potensi tahanan melarikan diri sangat besar.

Mengingat situasi keamanan yang serius di Suriah, pimpinan badan intelijen Amerika, CIA, Gina Haspel menyatakan komite dari Senat, badan yang dipimpinnya bekerjasama dengan negara-negara sekutu untuk mengidentifikasi tahanan SDF dan mengembalikan mereka ke negara asal.

Beberapa badan intelijen barat memperkirakan, sebanyak 30.000 jihadis asing pindah ke Suriah dan Irak untuk berjuang bersama IS dan kelompok-kelompok ekstremis lain. Ribuan dari mereka sudah tewas di medan perang.
Kementerian Dalam Negeri Jerman memperkirakan sekitar 1.000 orang meninggalkan Jerman untuk bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak sejak 2013.

Sepertiganya sudah kembali ke Jerman. Sebagian sudah dihadapkan ke pengadilan atau ditempatkan dalam program rehabilitasi. Sekitar 270 perempuan Jerman dan anak-anak masih berada di Suriah atau Irak. Sekitar 75% anak diperkirakan di bawah usia tiga tahun dan kemungkinan lahir di "kawasan jihad".

Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan, puluhan pria, perempuan dan anak-anak asal Jerman berada di tahanan, tetapi pemerintah Jerman tidak punya informasi spesifik. Bantuan konsuler juga tidak bisa diberikan, karena masalah keamanan dan tidak adanya hubungan diplomatik dengan Suriah.

Palang Merah Internasional yang mengirim delegasi ke tempat penahanan di Suriah mengatakan, jika ada keluarga yang meminta, Palang Merah akan memberitahu badan konsuler di negara asal mereka.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU