Kota Bawah Tanah Aydintepe Jadi Primadona Destinasi Wisata Turki

image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Bayburt, Turki - Kota bawah tanah yang berusia 3.000 tahun di bagian timur-laut Turki dikunjungi oleh 15.500 wisatawan pada 2018, kata seorang pejabat pada Jumat (1/2). Kota bawah tanah Aydintepe --yang memiliki nama yang sama dengan kabupaten tempatnya berada-- di Provinsi Bayburt menjadi tempat bersejarah yang penting di kabupaten tersebut.

Kota kuno itu --yang secara kebetulan ditemukan selama penggalian pembangunan pada 1988-- berada 2-2,5 meter di bawah permukaan tanah dan terdiri atas galeri, kamar dan daerah luas yang menghubungkan kamar itu yang digali di batu karang tanpa bahan bangunan apa pun.

Semua kamar tersebut, yang berukuran dua meter dikali satu meter terbuka ke galeri yang lebih besar, yang kemudian terbuka ke ruang yang terhubung ke dua arah.

Ada banyak lubang yang berbentuk kerucut yang diduga diguankan untuk pengamatan atau sirkulasi udara di langit-langit di galeri sepanjang satu kilometer.

Kota itu, yang berada di bawah rumah, toko dan jalan di pusat Kabupaten Aydintepe, membuat terpesona pengunjung dengan misterinya, yang tersimpan ribuan tahun.

"Bagaimana batuan dasar dipahat untuk membentuk yang mengerjakan seni, bagaimana struktur ini dibuat dengan tangan manusia membuat terpana banyak orang hari ini," kata Mustafa Akin, Gubernur Kabupaten Aydintepe, kepada Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.

 Akin mengundang semua warga untuk mengunjungi kota di bawah tanah tersebut un tuk menyaksikan kecantikannya.

Ia menambahkan bahwa daerah yang ditemukan itu hanya puncak gunung es.

"Penelitian terperinci sedang berlangsung untuk ini. Ada desas-desus bahwa kota bawah tanah Aydintepe membentang sampai ke Kuil Bayburt dari sini," katanya.

Kota bawah tanah tersebut berada sekitar 25 kilometer di sebelah barat-laut Bayburt.

Akin mengatakan Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi itu melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana bentangannya.

Ia mengatakan jalur yang ditemukan saat ini akan dijangkau dalam 15 menit, dan menambahkan, "Di dalamnya lebih pendek daripada tinggi manusia, dan kadangkala anda harus menundukkan kepala."
  
 "Area 800 meter itu yang sekarang dibuka berada di bawah pusat kabupaten. Ini adalah area yang kami temukan secara tidak sengaja selama penggalian pembangunan," katanya.

Ia mengatakan sisa tempat tersebut perlu diteliti melalui sistem georadar.

Akin menekankan bahwa tak ada masalah dengan ketahanan kota bawah tanah itu sebab kota tersebut digali dengan tangan, tapi beberapa tindakan diperlukan untuk melindunginya.

"Sekarang, rencana perlindungan sedang disiapkan," katanya. Ia menambahkan rute tersebut yang menimbun kota bawah tanah itu akan ditata-ulang setelah persetujuan diperoleh dari Dewan Regional Erzurum bagi Pelestarian Warisan Budaya.

 Tembok dan makam yang ditemukan di dalamnya kota tersebut diduga berasal dari jaman Romawi Purba dan awal priode Bizantium.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU